background img

MEMAKNAI HIJRAH DI TENGAH PANDEMI

1 month ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Umat Islam kembali menjalani pergantian tahun Hijriyah di tengah masa pandemi Covid-19.

Tahun baru 1443 Hijriah menjadi sebuah momentum penting untuk menengok kembali spirit dan pesan hijrah Rasulullah SAW pada 15 abad silam ketika melakukan perpindahan dari Makkah menuju Madinah.

Hal ini mengandung pesan penting agar umat ini dapat terus melanjutkan perjuangan dalam menegakkan kebenaran serta menebarkan kebaikan.

Dalam konteks berbangsa dan bernegara, hijrah dapat dimaknai sebagai perubahan perilaku dan karakter warga menuju masyarakat madani. Masyarakat yang mampu menjalin hidup dengan rukun, penuh toleransi, peduli, serta bersedia tolong-menolong dalam berbagai situasi dan kondisi.

“Situasi pandemi Covid 19 yang terjadi saat ini banyak hikmah yang bisa kita ambil, memang musibah yang terjadi saat ini memberikan pelajaran yang cukup luar biasa bagi masyarakat di tengah kebijakan penerapan PPKM yang terus diperpanjang oleh pemerintah,” kata ustadz Ahmad Fihri dalam program Sajadah yang dipersembahkan oleh Dompet Dhuafa Kaltim di Radio KPFM Balikpapan, Jumat (13/8).

Menurutnya, dari kondisi yang terjadi saat ini, kita bisa belajar dari bagaimana ketika Rasulullah SAW melakukan hijrah dari Mekah ke Madinah. Bagaimana rasul itu kemudian menyaudarakan antara muhajirin dan anshor, maka di tengah situasi pandemi yang terjadi seperti ini bagaimana kita selalu menuju kepada Allah SWT.

“Kondisi yang terjadi saat itu di tengah masa jahiliyah tidak ada ilmu, kesyirikan yang dilakukan oleh masyarakat dan di tengah kedholiman yang dilakukan, dan ketika Rasulullah itu melakukan hijrah dari Mekah ke Madinah dan di situlah terjadi perubahan total di Kota Madinah,” jelasnya.

Musibah yang terjadi saat ini, kita dihadapkan dengan berbagai macam pro kontra, kita masih melakukan perdebatan antara kaum muslimin yang masih semangat menuju masjid, dengan semangat untuk berikhtiar bagaimana virus ini tidak merebak, dengan melakukan lockdown atau menutup tempat ibadah karena memang di dunia ini penuh dengan fitnah. Sikap yang perlu kita lakukan adalah mendekatkan diri kepada Allah agar kita terjebak terjebak dalam pro kontra tadi.

Dengan ilmu ini tentunya akan menjadi pelita kita, menjadikan kita semakin diangkat derajatnya oleh Allah SWT.

Kalau dikaitkan dengan musibah bisa jadi Allah SWT menurunkan musibah ini, menjadikannya sebuah ujian bagi kita semua. Dan jangan sampai kita meyakini bahwa Allah sedang ingin menyengsarakan hamba-hambanya.

Tentunya situasi pandemi ini menjadi sesuatu yang dapat menguatkan iman kita kepada Allah, maka orang-orang yang kuat imannya inilah orang-orang yang beruntung.

Sehingga ketika menghadapi berbagai masalah atau problem, bagaimana kita mendekatkan diri kepada Allah agar dimudahkan segala perkara, wujud yakin kita kepada Allah.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *