background img

MASYARAKAT DIMINTA DISIPLIN JALANKAN PROKES

3 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Dalam dua pekan terakhir, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Balikpapan melonjak tajam.

Dari laporan harian Satgas Covid-19 Kota Balikpapan, pada tanggal 19 Februari 2022, terjadi penambahan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 hingga 705 kasus.
Menanggapi persoalan tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan Parlindungan Sihotang meminta kepada masyarakat agar berhati-hati dalam menghadapi lonjakan jumlah kasus ini.
Peningkatan ini terjadi seiring dengan masuknya varian baru berjenis Omicron ke Kota Balikpapan.
Ia menyampaikan bahwa sebelumnya, sudah memprediksi akan adanya lonjakan kasus di bulan Februari. Karena, bulan ini sudah memasuki musim peralihan dari hujan ke musim kemarau. Sehingga dirinya meminta kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).
“Kita sudah belajar dari dua tahun terakhir agar bagaimana untuk menyikapi adanya virus ini. Saya rasa masyarakat juga sudah paham jika ada hal ini,” katanya kepada wartawan, Jumat (18/2).
Ia meminta kepada pemerintah agar mempercepat capaian vaksinasi Covid-19 untuk mencapai heard immunity.
Di samping itu, pihaknya juga kembali mengingatkan pentingnya masyarakat sadar untuk menjalankan prokes.
“Jadi kenapa harus vaksin. Karena pemerintah sudah melakukan kajian bahwa dengan vaksin ini akan meningkatkan heard Immunity, dan seandainya terkonfirmasi positif kondisinya tidak separah dengan mereka yang belum divaksin,” tuturnya.
Dengan melonjaknya kasus Covid-19 di Balikpapan, hal ini dapat dicegah jika masyarakat membantu pemerintah untuk bersama-sama melakukan suatu tindakan guna mengantisipasi penyebaran kasus tersebut.
“Jadi yang terpenting, jangan hanya pemerintah saja yang melakukan tindakan, melainkan masyarakat juga harus memiliki kesadaran yang tinggi untuk mengikuti apa yang menjadi himbauan pemerintah,” ujarnya.
(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.