background img

MASYARAKAT DIIMBAU POTONG KURBAN DI RPH

5 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Balikpapan mengimbau agar masyarakat melakukan pemotongan hewan kurban di rumah potong hewan (RPH).
Hal ini dilakukan untuk menghindari ada kerumunan orang yang dapat meningkatkan potensi penyebaran Covid-19.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Balikpapan Johan Marpaung mengatakan sesuai Surat Edaran Menteri Agama Nomor 15 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan Shalat Idul Adha disebutkan bahwa penyelenggaraan pemotongan hewan kurban dilakukan selama tiga hari.

Dengan waktu tersebut, menurut Johan, akan mencukupi apabila masyarakat ingin memotong hewan kurban di RPH. Karena dapat diatur waktu pelaksanaannya.

“Kalau menyesuaikan dengan surat edaran dari Wali Kota, agar masyarakat itu sebenarnya melakukan pemotongan hewan kurban di rumah potong hewan atau RPH,masyarakat juga harus melaporkan hewan yang dikorbankan. Karena memang waktu pemotongan hewan itu kan 3 hari, jadi saya kira kalau dilakukan pemotongan di RPH sebenarnya mencukupi saja karena bisa diatur untuk waktu pelaksanaannya. Sebenarnya di sana itu (RPH) mencukupi kalau mau 1000 ekor bisa dipotong dalam sehari,” kata Johan kepada wartawan, Kamis (15/7).

Meski demikian, pihaknya tidak melarang apabila ada masyarakat yang akan memotong hewan kurban luar RPH baik di rumah atau di masjid. Selama memiliki lapangan yang luas dan dapat memenuhi protokol kesehatan yang ketat untuk mencegah potensi penyebaran Covid 19.

Sebenarnya, menurut Johan, masyarakat harus melaporkan terlebih dahulu kondisi lokasi yang akan dipergunakan untuk pemotongan hewan kurban, agar protokol kesehatan yang disarankan dapat terpenuhi.

“Memang seharusnya masyarakat itu harus melakukan pemeriksaan terlebih dahulu terkait kelayakan untuk pelaksanaan pemotongan hewan kurban agar mematuhi protokol kesehatan, namun memang ada beberapa masyarakat yang kurang taat.Cuma kan yang jadi persoalan di masyarakat ini adalah mereka ingin agar kegiatan pemotongan kurban ini bisa dilaksanakan secara ramai-ramai,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan beberapa penyuluh di Departemen Agama agar menyampaikan upaya penerapan protokol kesehatan tersebut kepada pengurus masjid, menyesuaikan dengan edaran dari Menteri Agama.

(MAULANA/ KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *