background img

MASIH PANDEMI, UPACARA DIGELAR TERBATAS

3 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan berencana akan menggelar upacara peringatan HUT RI ke-77 tahun ini, meski dalam situasi pandemi Covid-19.

Pelaksanaan upacara direncanakan akan dilaksanakan secara terbatas menyesuaikan kondisi Kota Balikpapan, yang saat ini masih berada di zona merah seiring dengan peningkatan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

“Perayaan HUT RI yang ke-77 tahun nanti kita akan melaksanakan upacara di Lapangan Merdeka. Untuk pesertanya sendiri kita batasi tidak lebih dari seribu orang. Tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” kata Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Covid-19 Kota Balikpapan ketika diwawancarai wartawan di Balai Kota Balikpapan, Rabu (27/7).

Ia menerangkan, sesuai dengan arahan dari Menteri Dalam Negeri terkait pengibaran 10 juta bendera merah putih, pada perayaan HUT RI ke-77 ini, seperti tahun sebelum, masyarakat diminta untuk memasang bendera merah putih di rumahnya masing-masing.

Untuk lebih memeriahkan perayaan HUT RI pada tahun ini, pihaknya juga akan memberikan kelonggaran kepada masing-masing pengurus di tingkat kelurahan dapat melaksanakan upacara di wilayahnya, agar perayaan HUT RI dapat dilaksanakan secara meriah tanpa terfokus di satu tempat dalam memenuhi standar protokol kesehatan.

“Tentunya dengan adanya kelonggaran ini, kita berharap bisa menyukseskan dan memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia. Makanya, untuk upacara bendera pada tahun ini, akan tidak difokuskan pada satu titik tapi dibagi-bagi di tiap-tiap kampung,” terangnya.

Termasuk juga menggalakkan kegiatan-kegiatan di masyarakat seperti perlombaan gapura yang terbaik di seluruh kelurahan yang ada di Kota Balikpapan. “Tentunya nanti juga ada hadiah yang akan disiapkan oleh pemerintah kota Balikpapan,” pungkasnya.

Namun Rahmad tidak menyebutkan secara rinci hadiah yang akan diberikan kepada pemenang lomba.

“Jadi kegiatan di masing-masing kampung seperti lalu ya dibolehkan. Kalau lapangan Merdeka dipakai untuk kegiatan upacara saja. Panjat pinang lebih bagus di daerah masing-masing di kelurahan ya,” tambahnya.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.