background img

MANTAN KARYAWAN GASAK BESI

1 year ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Apa yang dilakukan pria bernama Samsul ini tidak patut dicontoh. Pria 34 tahun tersebut nekat mencuri barang material milik PT GMS, perusahaan di mana ia pernah bekerja.

Dia beralasan sakit hati karena dipecat dari perusahaan yang terletak di Jalan Mulawarman, Gang Krupuk, Balikpapan Timur tersebut.

“Ada sedikit unsur dendam juga. Saya tidak tahu kenapa dipecat,” kata Samsul saat ditanya alasannya sehingga nekat melakukan tindak pidana tersebut di Polsek Balikpapan Timur.

Kasus pencurian tersebut terjadi tanggal 22 September 2020. Sementara korban melaporkan ke Polsek Balikpapan Timur tanggal 24 September 2020.

“Yang dicuri ini besi. Tapi bukan besi tua, besi bagus dan baru. Belum pernah dipakai,” ujar Kapolsek Balikpapan Timur Kompol FX Hartanta saat pers rilis, Kamis (1/10) siang.

Setelah mendapat pengaduan dari korban, lanjut Kompol Hartanta, tim dari Reskrim Jatanras Polsek Balikpapan Timur melakukan penyelidikan.

Hasilnya, pada tanggal 24 September 2020 sekitar pukul 16.00 Wita, tim mengamankan seorang tersangka yang bernama Samsul di daerah Batakan.

“Sebelumnya kita juga telah mengamankan rekan-rekannya bernama Ipul dan Usman di rumahnya masing-masing,” ungkapnya.

Ada pun barang bukti yang diamankan salah satunya kendaraan roda empat jenis pick up yang digunakan pelaku sebagai sarana pengangkut.

“Ada juga besi scapolding dan metal plank yang berhasil diamankan. Termausk handphone sama buku rekening,” tuturnya.

Modus yang dimainkan pelaku dalam melancarkan aksinya yakni dengan cara mengganti semua kunci yang ada di gudang perusahaan tersebut.

“Kebetulan tersangka ini mantan karyawan di situ yang sudah diberhentikan. Jadi kejadiannya sudah lama mulai tahun 2018. Dan baru terungkap sekarang. Pelaku mengganti semua kunci yang ada di gudang,” jelasnya.

Pelaku belakangan juga diketahui memiliki hubungan keluarga dengan pemilik perusahaan. “Masih saudara sama pemilik perusahaan itu. Makanya saat masuk ke dalam area perusahaan, penjaga tidak berpikir kalau ia akan melakukan tindak pidana,” sebutnya.

Dari kejadian tersebut, korban mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. “Kalau ditotal mulai 2018 itu sekitar Rp 543 juta,” ucapnya.

Selain tiga pelaku, tim juga mengamankan seorang penadah yang berinisial LU (48). “Penadah dan pelaku diamankan,” tandasnya.

Atas perbuatannya, dua pelaku disangkakan dengan pasal 363 KUHP ayat (1) sub pasal 362 KUHP. Dengan ancaman kurungan penjara minimal tiga tahun.

Satu pelaku lainnya yang merupakan ABH dilakukan diversi. Sementara LU yang penadah disangkakan dengan pasal 480 KUHP dengan ancaman kurungan penjara minimal empat tahun.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *