background img

MAKSIMALKAN UMKM HADAPI RESESI

1 year ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan Tohari Aziz meminta agar Pemerintah Kota dapat memaksimalkan peran keberadaan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk kembali menghidupkan perekonomian di daerah.

“Peran UMKM itu sangat penting terhadap perekonomian,” katanya saat bincang di program Sarapan Pagi radio KPFM Balikpapan, Jumat (4/9).

Menurutnya, UMKM berperan penting dalam menjalankan kembali perekonomian sehingga bangsa Indonesia dapat terbebas dari ancaman krisis keuangan atau resesi akibat lumpuhnya sejumlah sektor dampak dari pandemi Covid-19.

Indonesia diperkirakan terancam mengalami krisis keuangan atau resesi pada bulan September atau pada kuartal ketiga 2020, akibat kondisi perekonomian secara nasional yang mengalami minus 5,32 persen pada kuartal II 2020 sebagai imbas pandemi Covid-19.

“Kita harus sesegera mungkin mengantisipasi dan menyiapkan opsi, mudah-mudahan jangan sampai resesi terjadi di Kota Balikpapan,” ungkapnya.

DPRD telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota agar memaksimalkan penyerapan anggaran belanja daerah, sebagai salah satu upaya untuk menghidupkan kembali beberapa sektor perekonomian yang ada, sehingga kembali merangsang pertumbuhan ekonomi di daerah yang menurun akibat pandemi Covid-19.

“Kita mengikuti anjuran dari Pemerintah Pusat untuk memaksimalkan penyerapan anggaran agar tidak terjadi Silpa (sisa lebih penggunaan anggaran), karena akan mubazir. Kalau maksimal dilaksanakan dan dibelanjakan ke masyarakat, maka perekonomian itu bisa jalan,” ujarnya.

Dalam kesempatannya, ia juga meminta kepada masyarakat agar lebih memilih untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari di warung sekitar lingkungannya. Karena dengan berbelanja di warung yang ada di sekitar tempat tinggal, maka akan meningkatkan perputaran uang yang ada di masyarakat, sehingga dapat menjadi salah satu upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Kita harus mendorong untuk menghidupkan sektor UMKM, di antaranya untuk mengajak masyarakat berbelanja di tetangganya sehingga perputaran uang di masyarakat itu bisa berjalan, karenanya UMKM itu penting,” imbaunya.

Ia menambahkan, proses pembahasan terhadap penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan tahun 2021 sudah hampir memasuki tahap akhir. Anggaran yang tersediakan akan tetap difokuskan membiayai program penanggulangan Covid-19 yang meliputi anggaran kesehatan, jaring pengaman sosial dan recovery economy.

“Dalam menyusun program kita harus benar-benar realistis yang betul-betul menyentuh pada kepentingan masyarakat. Kita juga mendorong melalui sejumlah anggota legislatif yang berasal dari Kota Balikpapan untuk memperjuangkan kembali dana transfer yang diterima oleh Balikpapan. Termasuk sisa pemotongan anggaran yang saat ini masih terpotong,” tambahnya.(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *