background img

MAHASISWA TERTIB BUBARKAN DIRI

1 month ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Aksi unjuk rasa elemen mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Kota Minyak di depan Gedung DPRD Kota Balikpapan, Senin (11/4), berlangsung damai.
Dari pantauan di lapangan, sekira pukul 18.00 Wita massa aksi dengan tertib membubarkan diri. Mereka meninggalkan halaman DPRD ke arah simpang Balikpapan Plaza.
Sebelumnya, sejak pukul 15.00 Wita massa aksi secara bergantian melakukan orasi di depan Gedung DPRD Kota Balikpapan. Mereka menyampaikan aspirasi seputar tuntutan yang dibawa.
Pertama menolak perpanjangan masa jabatan presiden tiga periode dan penundaan Pemilu 2024. Menurut massa aksi, jika terjadi penundaan dan lanjut tiga periode, berarti Presiden Jokowi telah melanggar konstitusi Indonesia.
“Walaupun tadi malam ada rapat kabinet oleh Presiden Joko Widodo yang memastikan pemilu tetap digelar 2024, namun kita tetap mengawal itu,” kata koordinator aksi, Taufik.
Tuntutan kedua, menolak dan membatalkan kenaikan BBM. Meskipun yang naik hanya Pertamax, dikhawatirkan BBM jenis lainnya seperti Pertalite ikut naik.
Kemudian untuk isu lokal, massa aksi mendesak Pemerintah Kota Balikpapan menyelesaikan permasalahan banjir. Dan menuntut mencabut izin perusahaan yang merusak lingkungan di Teluk Balikpapan.
“Ini menjadi catatan khusus bagi kami mahasiswa untuk mengawal itu. Karena lingkungan hidup harus dilindungi. Jika rusak maka akan ada bencana yang terus terjadi,” ucapnya.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.