background img

MAHASISWA BERI CATATAN MERAH WALI KOTA

3 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Peduli Balikpapan menggelar aksi unjuk rasa di Halaman Kantor Wali Kota Balikpapan, Rabu (2/3) siang.
Para mahasiswa yang terdiri dari beberapa organisasi di antaranya HMI dan GMKI melakukan orasi secara bergantian dalam tema memperingati HUT Kota Balikpapan ke-125.

Para mahasiswa kemudian melakukan audiensi untuk menyampaikan secara langsung aspirasi kepada Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud.

“Setelah kami lakukan audiensi, ada beberapa poin yang kami sampaikan kepada bapak Walikota. Artinya beberapa permasalahan yang jadi catatan merah tadi sudah diterima beliau,” kata salah satu koordinator aksi, Zulkifli kepada wartawan.

Menurutnya, Wali Kota Balikpapan telah berjanji akan menyelesaikan sejumlah permasalahan di antaranya banjir dan ketersediaan air bersih bagi masyarakat Kota Balikpapan.

Selanjutnya, pihaknya akan mengawal langkah-langkah yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kota Balikpapan dalam menuntaskan sejumlah persoalan yang ada.

“Kalau tidak ada langkah konkrit yang dilakukan dalam dua minggu ke depan, maka kami akan menggelar aksi yang jauh lebih besar lagi,” pungkasnya.

Menanggapi aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, pihaknya siap menerima masukan yang diberikan oleh mahasiswa.

“Jadi mereka menyampaikan aspirasinya maka kita terima dengan baik. Sepanjang hal tersebut positif, maka bagus saja,” ujarnya.

Ia menerangkan bahwa sejumlah persoalan yang disampaikan sebenarnya sudah dalam tahap penanganan, di antaranya program penanganan banjir.

“Sekarang kan semua sudah on progress semuanya, di antaranya masalah sungai Ampal kalau banjir dan juga masalah tambang. Terus apalagi, kalau mau dibilang mau sempurna ya tidak bisa lah mau sempurna. Hal ini tentunya akan menjadi kontrol kepada OPD-OPD lainnya,” tuturnya.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.