background img

LIMA PREMAN PEMERAS PERUSAHAAN CPO DIBEKUK

2 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Upaya memberantas aksi premanisme di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) terus digencarkan aparat kepolisian. Jumat, 27 Agustus 2021, Jajaran Polda Kaltim kembali berhasil membekuk sebanyak lima orang preman.

Semuanya beralamat Kabupaten Paser. Masing-masing berinisial AF, SF, BR, RM dan SAP. Diringkus tim Opsnal Jatanras Polda Kaltim karena terbukti melakukan tindak pidana pemerasan dengan pengancaman menggunakan senjata tajam (sajam).

Aksi kejahatan yang dilakukan para tersangka terjadi pada Kamis, 26 Agustus 2021 lalu dini hari sekitar pukul 03.00 Wita. Dengan tempat kejadian perkara (TKP) di PT Muaratoyu Subur Lestari (MSL) Kabupaten Paser, tepatnya di Desa Muara Toyu, Kelurahan Long Kali, Long Kali.

Saat itu para terangka mengancam karyawan PT Muaratoyu Subur Lestari agar Crude Palm Oil (CPO) yang merupakan minyak nabati dari tanaman buah kelapa sawit sebanyak 90 ton tidak boleh dijual kepada siapapun, dan harus dijual ke para tersangka.

“Mereka mengatakan tidak akan menjamin keselamatan para karyawan jika tidak dijual ke tersangka. Sehingga pihak perusahaan merasa terancam dan melaporkan ke kepolisian,” kata Dirkrimum Polda Kaltim Kombes Pol Subandi saat pers rilis, Rabu (1/9).

Berbekal laporan tersebut tim Opsnal Jatanras Polda Kaltim bergerak melakukan penyelidikan. Hasilnya tak kurang dari 24 jam, tepatnya pada 27 Agustus 2021 sekira pukul 17.00 Wita para tersangka berhasil dibekuk.

“Diamankan juga barang bukti 12 truk tangki yang mengangkut CPO, serta senjata tajam digunakan pelaku untuk melakukan pengancaman. Kerugian korban mencapai Rp 774 juta,” ungkap Kombes Pol Subandi.

Para pelaku beserta barang bukti kemudian digiring ke Markas Polda Kaltim untuk proses hukum lebih lanjut. Hasil pemeriksaan sementara diketahui jika otak dari aksi kejahatan tersebut adalah AF. Ia berperan sebagai transportir yang menerima delivery order (DO) dari PT lain untuk masuk ke perusahaan korban.

“AF masuk dengan DO orang lain dan membawa 12 truk tangki. Setelah diisi penuh, disegel, kemudian para pelaku lainnya masuk ke perusahaan korban membawa sajam,” jelas Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Kaltim Kompol, Aris Cai Dwi Susanto.

Selanjutnya para pelaku meminta pihak perusahaan agar 12 truk tangki yang telah diisi CPO tidak dijual kepada pembeli DO, melainkan ke para tersangka dengan harga yang tidak wajar. Yang harusnya Rp 8.500 per liter, diminta jadi Rp 2.000 per liter.

“Hal itu tak disepakati oleh pihak perusahaan. Dan para tersangka mengancam gunakan sajam. Pokoknya harus ke mereka. Akhirnya dibuat surat jalan kepada tersangka, itu pun yang Rp 2.000 per liter tidak dibayar ke perusahaan,” tutur Aris.

Berbekal surat jalan tersebut, para tersangka membawa 12 truk tangki ke luar. Mereka berusaha untuk menjual CPO itu ke daerah Muara Kembang. Namun tak ada yang membelinya karena sangat mencurigakan.

Kemudian mereka membawa lagi barang ke daerah Palaran. Tepatnya di pelabuhan peti kemas. Di sinilah mereka menemukan calon pembeli dengan harga Rp 7.500 per liter.

“Setelah itu mereka pindahkan CPO ke dalam kontainer. Dan saat bersamaan anggota di lapangan langsung melakukan penangkapan. Saat itu sudah lima truk tangki yang sudah dipindahkan ke kontainer. Tapi belum ada transaksi pembayaran karena perjanjiannya setelah diisi semua baru bayar,” tandas Aris.

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yusuf Sutejo menambahkan, pengungkapan kasus ini adalah salah satu prestasi Polda Kaltim karena mengamankan para tersangka kurang dari 24 jam.

“Ini juga tidak lepas peran masyarakat yang melaporkan. Semoga tidak terulang lagi, kalau masih ada Kapolda juga sudah menegaskan akan menindak tegas pelaku,” imbuhnya.

Kini kelima tersangka mendekam di balik jeruji besi Mapolda Kaltim untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka dijerat dengan Pasal 368 KUHP Jo 55 Ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Darurat No 12 Tahun 1951.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *