background img

LAPORAN KEUANGAN BERMASALAH, DANA HIBAH KPU BELUM CAIR

3 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Dana hibah untuk operasional Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan senilai Rp 1,6 miliar tertahan pencairannya.

Hal ini diakibatkan masih adanya laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran 2021 dari Inspektorat KPU RI yang masih harus diperbaiki.

Ketua KPU Kota Balikpapan Noor Toha mengatakan, pihaknya sebenarnya sudah mengajukan dana hibah kepada Pemerintah Kota Balikpapan sejak tahun 2021 lalu. Namun hingga saat ini belum ada kejelasan informasi pencairan.

Dana hibah yang diajukan tersebut merupakan dana operasional KPU Kota Balikpapan, yang masuk dalam kategori hibah non pemilihan.

“Jadi pengajuan hibah itu sudah kita ajukan di tahun sebelumnya. Pada dasarnya, KPU Balikpapan itu biasanya mendapatkan hibah rutin dari pemerintah kota itu namanya hibah non pemilihan. Dana hibah ini dipergunakan untuk menunjang operasional KPU Kota Balikpapan,” kata Toha ketika diwawancarai wartawan di Sekretariat KPU Kota Balikpapan, Rabu (27/7).

Anggaran hibah non pemilihan itu dipergunakan untuk membiayai sejumlah kegiatan di antara tagihan listrik, pemeliharaan AC, pengecatan bangunan, pagar dan lainnya.

“Karena KPU Balikpapan ini kan gedungnya gede, pemeliharaannya besar, untuk bayar listrik saja kalau kita mengandalkan APBN gak kan mampu. Dan akhirnya Pemerintah Kota Balikpapan inisiatif membantu dana hibah, yang namanya dana hibah non pemilihan,” terangnya.

Tapi untuk pencairan dana hibah ini, ia menerangkan ada prosesnya yakni melalui review KPU RI. “Nah yang jadi masalah sekarang reviewnya itu belum turun. Karena ada laporan pertanggungjawaban yang harus diselesaikan dulu untuk tahun sebelumnya,” jelasnya.

Hal ini tentu berpengaruh pada operasional KPU Kota Balikpapan. Karena dana tersebut juga dipergunakan sebagai persiapan untuk pelaksanaan Pemilu 2024.

Meskipun anggaran untuk persiapan Pemilu 2024 itu sebenarnya sudah ada dialokasikan melalui APBN. Tapi dana ini dipergunakan untuk operasional kesekretariatan.

“Jadi ketika dana hibah itu terhambat, kami menjadi terkendala,” ungkapnya.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.