background img

LAPOR JIKA ADA AKSI PREMANISME

2 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Kepolisian memastikan tidak akan memberikan ruang kepada kelompok preman yang membuat resah dan takut masyarakat. Terutama di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).

Demikian disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Kaltim Komisaris Besar Polisi Subandi. Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk tidak takut melaporkan jika ada aksi premanisme.

“Kami mengimbau ke masyarakat, apabila ada aksi mengancam, pemaksaan dan lainnya yang berbau premanisme secepatnya dilaporkan ke polisi,” kata Subandi, Rabu (1/9) kemarin.

Pada prinsipnya, lanjut Subandi, semua yang berkaitan dengan tindakan premanisme akan ditindak tegas karena perbuatan yang melanggar hukum.

“Ini perbuatan yang melanggar hukum yang harus ditindak tegas dan harus dipertanggungjawabkan secara hukum juga,” tegasnya.

Subandi tidak menampik jika di wilayah Kaltim memang masih ada aksi-aksi premanisme yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu. Sasaran aksinya adalah perusahaan-perusahaan sawit dan lainnya.

“Yang paling dominan di Kaltim ini suka mengancam pada perusahan sawit dan lainnya. Harus mengikuti apa yang menjadi keinginan mereka. Kan enggak benar itu. Untuk itu, mari kita sama-sama berantas premanisme. Jangan ada lagi premanisme hidup di Kaltim ini,” ucapnya.

Sebelumnya, Kapolda Kaltim Irjen Pol Herry Rudolf Nahak juga menyampaikan hal serupa. Jenderal bintang dua itu memastikan jika Polda Kaltim berkomitmen untuk memberantas serta menindak tegas para pelaku premanisme seperti yang diinstruksikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Yang jelas kita melakukan edukasi kepada masyarakat, enggak boleh ada praktik premanisme. Kalau sudah dikasih tahu masih gaya-gaya preman juga, kita tindak tegas,” tegas Kapolda belum lama ini.

Di Kaltim sendiri, lanjut Kapolda, bentuk aksi premanismenya tidak sama seperti yang terjadi di wilayah Tanjung Priok, Jakarta Utara beberapa waktu lalu, yakni pemalakan terhadap sopir kontainer.

“Di Kaltim ini misalnya pada saat ada konflik lahan, menyelesaikannya dengan cara mendatangkan massa. Itu juga praktik premanisme,” sebutnya.

Menurut Kapolda, aksi tersebut terjadi karena keterlibatan aktor intelektual yang sengaja melibatkan massa. “Nah, kita minta yang intelektual itu jangan membawa-bawa massa sehingga terjadi praktik premanisme itu,” imbuhnya.
Seharusnya setiap persoalan bisa diselesaikan secara baik, tidak harus dengan membenturkan massa. “Saya yakin kita memiliki kearifanlah semuanya. Persoalan mungkin ada, tapi bisa diselesaikan dengan baik,” tandasnya.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *