background img

LAPAK PASAR DIPASANGI TIRAI PLASTIK

1 year ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan hingga saat ini belum bisa membuat kebijakan untuk mewajibkan penggunaan pelindung wajah atau face shield di pasar tradisional.

Hal itu disampaikan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Balikpapan menanggapi Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/382/2020 yang diterbitkan 19 Juni 2020 lalu, tentang protokol kesehatan di pasar, yang mewajibkan masyarakat menggunakan masker bersamaan dengan pelindung wajah atau face shield. Hal ini karena kondisi pasar tidak memungkinkan menerapkan jaga jarak dalam rangka pencegahan virus Corona.

Menurut Rizal, pihaknya belum bisa menerapkan aturan tersebut, karena masih menghitung ketersediaan anggaran untuk penyediaan face shield untuk mendukung penerapan aturan tersebut.
“Karena memang kita tidak ada pengadaan face shield itu kan, kalau harus pengadaan itu bisa hitung dulu penganggarannya,” jelasnya kepada wartawan, Selasa (24/6).

Ia menjelaskan, untuk sementara dalam menyikapi potensi penyebaran Covid-19 di pasar tradisional, pihaknya berencana akan memasang tirai plastik di masing-masing lapak.”Karena memang kita tidak ada pengadaan face shield, untuk sementara kita pengadaan tirai itu dulu,” urainya.

Untuk pengadaan tirai plastik ini, pihaknya telah melakukan refocusing di beberapa anggaran kesehatan untuk membiayai penyediaan tirai plastik tersebut.Total anggaran yang akan dialokasi untuk penyediaan tirai plastik itu tercatat mencapai Rp250 juta, yang akan dipergunakan sebagai untuk membiayai penyediaan tirai plastik di masing-masing lapak pedagang di 4 pasar tradisional yang ada di Kota Balikpapan.

“Kemarin kita refocusing dari beberapa anggaran kesehatan untuk penyediaan tirai itu, total anggaran yang dialokasi mencapai Rp250 juta untuk pemasangan tirai plastik di 4 pasar yakni Klandasan, Pasar Baru, Sepinggan dan Pandan Sari.

Selain itu, Rizal menambahkan bahwa pihaknya akan mendorong penggunaan elektronik atau non tunai untuk mendukung upaya pencegahan penyebaran Covid-19.”Sebagian masyarakat juga sudah mengerti untuk menggunakan non tunai, namun masih banyak pakai uang cash,” tambahnya.
(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *