background img

LANAL AMANKAN 8 KLOTOK DAN 47 KRU PENCURI BATU BARA

4 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Unsur patroli Pangkalan TNI AL Balikpapan berhasil menggagalkan pencurian batu bara di atas tongkang daerah Muara Kembang Buoy 17 Samarinda, pada 17 Januari 2022 sekira pukul 21.10 Wita. Sebanyak 47 kru Anak Buah Kapal (ABK) serta barang bukti delapan kapal motor (klotok) dan 31 ton batu bara hasil curian berhasil diamankan.

Danlanal Balikpapan Kolonel Laut (p) Siswo Widodo memimpin langsung unsur yang melaksanakan operasi penyergapan tersebut. Ada tiga speed dari Posal Anggana dan Posmat Muara Pegah dikerahkan untuk menyergap pelaku pencurian yang sedang beraksi memindahkan batu bara dari tongkang ke kapal motor.
Siswo Widodo dalam keterangan persnya mengatakan, kegiatan yang dilakukan ini merupakan tindak lanjut dari video viral mengenai pencurian batu bara di wilayah perairan Kaltim.
Menyikapi hal itu serta mendukung kebijakan pemerintah yaitu 25 persen batu bara untuk lokal, maka Lanal Balikpapan sesuai dengan perintah dari Kepala Staf Angkatan Laut lebih intensif melaksanakan patroli dan menegakkan hukum serta aturan sesuai dengan UU No 34 Tentang TNI.
“Kegiatan penangkapan ini didahului kegiatan patroli intensif secara terus menerus baik pagi hari, siang, hingga malam,” kata Danlanal.
Penangkapan, lanjut Danlanal, merupakan tindakan tegas yang diambil. Melihat perkembangan situasi nasional akan kebutuhan terhadap batu bara. Adapun pelaku pencurian merupakan masyarakat lokal dan sebagian pendatang yang bekerja sebagai cleaning tongkang batu bara yang selesai muat dari vessel dan proses kembali.
Kegiatan cleaning ini merupakan kearifan lokal yang sudah sejak lama turun temurun, dan dijadikan sebagai mata pencaharian yang hasil cleaning mereka tumpuk dan mereka jual kembali ke perusahaan perusahaan batu bara.
“Namun karena diakibatkan terdesak pemenuhan biaya kebutuhan sehari-hari, karena sudah kurang lebih dua minggu tidak ada muatan mengakibatkan mereka nekat melakukan pencurian,” ungkapnya.
Saat ini seluruh kapal motor dan kru diamankan di Posal Anggana, tak jauh dari lokasi kejadian. Selanjutnya, sesuai prosedur akan ditindak lanjuti sesuai aturan dan hukum yang berlaku.
“Tentunya akan berkordinasi dengan Dinas Hukum TNI AL untuk penyidikan, mengingat ukuran delapan kapal yang beragam mulai dari 4 GT sampai paling besar 28 GT. Sehingga perlu adanya pendalaman terhadap hal terserbut,” ucapnya.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.