background img

KRISIS DONOR DARAH DI TENGAH PANDEMI

11 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Hampir tujuh bulan pandemi Covid-19 menerpa Indonesia. Belum ada tanda-tanda virus Corona ini akan pergi meninggalkan bumi Nusantara.

Setiap hari jumlah orang yang terpapar virus Corona terus bertambah.

Virus ini tidak hanya mengancam kesehatan secara fisik, namun juga menghantui kesehatan mental, yang meningkatkan rasa khawatir untuk berkegiatan di luar rumah.

Makin terbatasnya ruang gerak dan naiknya tingkat kecemasan ini berimbas ke banyak hal. Termasuk di antaranya kekhawatiran masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan donor darah. Akibatnya, stok kantong darah di Palang Merah Indonesia (PMI) menurun selama pandemi Corona.

Padahal donor darah memiliki banyak manfaat bagi tubuh, mulai dari mengurangi risiko penyakit jantung, menurunkan risiko kanker hingga menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.

Transfusi darah diperlukan jika seseorang kehilangan terlalu banyak darah karena cidera atau selama prosedur pembedahan. Transfusi darah juga diperlukan jika tubuh seseorang tidak memproduksi darah dengan baik karena penyakit tertentu.

Namun, sayangnya selama pandemi Covid-19 tak sedikit orang yang urungkan niat untuk melakukan donor darah lantaran khawatir akan terinfeksi virus Corona. Padahal mendonorkan darah jauh lebih penting selama pandemi untuk memenuhi kebutuhan darah pasien.

Di Balikpapan, berdasarkan catatan Palang Merah Indonesia, sejak awal pandemi selalu kekurangan stok darah.
Rini Asnija, Teknisi Transfusi Darah PMI Kota Balikpapan mengatakan, situasi pandemi Covid-19 telah berdampak besar pada ketersediaan stok darah.

Kondisi ini telah terjadi sejak Maret 2020, di awal pandemi yang mulai melanda sejumlah daerah yang ada di Indonesia, termasuk Kota Balikpapan.

Ia menjelaskan, ketersediaan stok darah di PMI Kota Balikpapan sempat menurun hingga hanya tersedia sekitar 20 persen dari kebutuhan rata-rata sekitar 70 kantong per hari di awal pandemi Covid-19.
Kondisi ini diakibatkan banyak masyarakat yang biasa mendonorkan darah khawatir dengan ancaman penyebaran virus Corona.

“Di awal pandemi, memang banyak menimbulkan kekhawatiran yang membuat masyarakat kaget dengan ancaman virus Corona, karena memang harus menjaga jarak, menggunakan masker dan tidak membuat kerumunan. Jadi jumlah donasi darah kita di awal pandemi itu sempat turun drastis, kita sempat terseok-seok, dan penurunan sangat luar biasa. Khususnya untuk memenuhi kebutuhan pasien pasien yang memang rutin membutuhkan transfusi darah,” tuturnya.

Situasi minimnya stok darah tersebut berlangsung hingga sekitar 3 bulan dari awal Maret hingga Mei 2020, selama pembatasan sosial. Akibatnya, banyak pendonor yang rutin melakukan transfusi darah menjadi kesulitan.

“Memang sebagian masyarakat ketakutan untuk melakukan donor darah karena ketika melaksanakan donor darah akan timbul kerumunan yang bisa meningkatkan potensi penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Selain itu, akibat pembatasan sosial yang dilakukan di awal pandemi, pihaknya juga terpaksa membatalkan sejumlah jadwal pelaksanaan donor darah, karena dikhawatirkan akan menimbulkan kerumunan, yang ditengarai akan meningkatkan potensi penyebaran virus Corona.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, pihaknya terpaksa hanya bisa mengandalkan ketersediaan stok darah yang berasal dari lingkungan TNI/Polri, serta keluarga pasien.

“Karena memang dalam dunia donor darah itu, setiap pasien yang membutuhkan darah tidak peduli kondisi seperti apa pun, mau pandemi atau apa, transfusi darah tetap dibutuhkan untuk setiap hari,” ungkapnya.

Meski saat ini sudah memasuki fase normal, ternyata kekhawatiran masyarakat untuk mendonorkan darah masih ada, yang menyebabkan sebagian besar masyarakat masih enggan untuk transfusi darahnya.

Rini menjelaskan, hingga saat ini ketersediaan stok darah di PMI Kota Balikpapan hanya bisa terpenuhi hingga 50 persen.

Pihaknya terus gencar melakukan sosialisasi secara langsung atau melalui media sosial untuk meminta partisipasi masyarakat dalam kegiatan donor darah.

“Meskipun pandemi, kebutuhan masyarakat terhadap stok darah terus berjalan. Jadi yang perlu dilakukan adalah kita harus menyesuaikan diri beradaptasi dengan situasi yang normal,” jelasnya.

Termasuk juga dengan mengaktifkan kembali jadwal pelaksanaan donor darah di sejumlah instansi. Serta relawan donor darah, dan menyebar informasi kebutuhan darah melalui media sosial.

Dalam setiap kegiatan sosialisasi, pihaknya selalu menyampaikan informasi kepada masyarakat, tentang keamanan donor darah dari ancaman virus Corona. Karena secara medis, virus Corona tidak bisa menyebar melalui transfusi darah selama menerapkan protokol kesehatan.

“Kita memang tidak bisa menjamin 100 persen pelaksanaan donor darah bisa bebas sepenuhnya, tapi kita akan berusaha semaksimal mungkin agar menciptakan pelaksanaan kegiatan donor tersebut bisa benar-benar aman,” tuturnya.

Dalam melaksanakan donor darah, pihaknya memastikan seluruh standar protokol kesehatan yang ditetapkan berjalan dengan baik. Seperti selalu menggunakan masker, mencuci tangan kemudian menjaga jarak. Serta memeriksa suhu bagi pendonor sebelum mengikuti pelaksanaan donor darah. Bahkan setiap ruangan atau lokasi yang dipergunakan untuk kegiatan donor darah selalu semprot dengan cairan desinfektan.

Ia menjelaskan, saat ini di PMI Kota Balikpapan terdapat sekitar 40 petugas transfusi darah, dan laboratorium, termasuk administrasi.

Selain menyediakan layanan transfusi darah di kantor Unit PMI Kota Balikpapan, pihaknya juga memiliki 1 unit kendaraan bus yang dapat beroperasi secara mobile.

Ia menyampaikan, harapan agar situasi pandemi Covid-19 ini bisa cepat berlalu. Dan partisipasi masyarakat untuk mendonorkan darah dalam kembali meningkatkan.

Karena berdasarkan catatan PMI Kota Balikpapan, kebutuhan stok darah di Kota Balikpapan terus meningkat. Dengan hitungan rata-rata bisa mencapai 20 persen setiap tahunnya.

“Kita berharap bahwa dalam situasi pandemi Covid-19 ini kita bisa bangkit kembali lah. Paling tidak untuk meningkatkan kembali partisipasi masyarakat dalam mendonorkan darah,” pungkasnya.

(MAULANA/KFPM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *