background img

KORBAN NYAWA DEMI BUAH HATI

2 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Waktu menunjukkan pukul 19.30 Wita saat Muhamad Andi tengah asyik bermain handphone di kamarnya di kawasan Sungai Ampal, Balikpapan Tengah (Balteng), Selasa (27/7).

Tak ada yang berbeda dari malam itu di rumahnya. Namun, suasana yang semula senyap, menjadi mencekam selepas jeritan seseorang samar-samar terdengar.
“Tolong, tolong, kebakaran,” bunyi teriakan yang menggema di telinga remaja berusia 17 tahun itu.
Andi dibuat terkejut oleh jeritan itu. Lama-lama, jeritan tadi makin jelas terdengar olehnya. Dengan wajah yang tegang, ia kemudian mencari sumber suara itu.
Kaget bukan kepalang, saat membuka pintu Andi langsung melihat kobaran api sudah mengamuk di lantai dua sebuah ruko yang berada sekitar lima meter dari rumahnya.
“Rukonya lantai tiga, api itu di lantai dua. Saya lihat sudah besar dan asap tebal,” ujarnya.
Melihat kejadian itu, Andi bergegas ke halaman depan ruko. Seturut dengan itu, warga sekitar mulai berdatangan. Sebagian membawa peralatan seadanya untuk membantu memadamkan api.
Sementara petugas pemadam kebakaran dalam perjalanan setelah mendapat informasi. “Pas petugas pemadam datang itu asap sudah tebal. Enggak lama setelah itu api padam,” lanjut Andi.
Tidak ada yang mengetahui persis bagaimana musibah kebakaran itu bisa terjadi. Namun dari informasi yang berhasil dihimpun KPFM, ada empat orang dalam bangunan ruko tersebut.
Yakni Munaiminan (24) pemilik ruko dan istrinya Nur Aeni (22) beserta dua anaknya yang masih berusia tiga bulan dan satu tahun lebih.
Saat kebakaran terjadi, Munaiminan berada di lantai bawah. Ia langsung berlari ke lantai tiga untuk menyelamatkan istri dan dua anaknya.
Akan tetapi, ia hanya menemukan anak keduanya yang masih berusia tiga bulan tengah terbaring di kasur kamar dan langsung diselamatkan. Sementara istri dan anaknya yang satu lagi tidak didapati karena sudah melompat.
“Pas suaminya naik ke atas mau nyelamatkan, hanya nemu anaknya yang masih balita umur tiga bulan ada di ranjang. Sementara ibu dan anaknya yang satu lagi enggak ada,” ungkap Adi Surono, pemilik bengkel yang berada tepat sebelah ruko tersebut.
Setelah dicari, Munaiminan bersama warga mendapati istrinya tengah tergeletak kaku dengan muka menghadap tanah di samping ruko.
“Lompat dari atas dia, pas saya lihat kondisi sudah terkapar di bawah. Dia lompat sama satu anaknya. Posisinya agak ke bawah dari posisi ibunya,” ucap Adi Surono.
Keduanya pun langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Namun, karena luka benturan cukup keras membuat nyawa sang ibu tak tertolong. Ia menghembuskan nafas terakhirnya di RSKD Kanujoso sekira pukul 23.30 Wita.
“Informasi dari suaminya semalam meninggal dunia. Sepertinya karena luka, karena melompat dari lantai tiga. Dua anaknya selamat, ” tutur Lurah Sumber Rejo, Umar Adi.
Rencananya, almarhum akan dimakamkan di Pekalongan, Jawa Tengah. “Sore ini berangkat. Suaminya dan kedua anaknya kalau tidak ada halangan ikut mengantar jenazah ke pemakaman,” sebut Umar.
Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Turmudi membenarkan bahwa kebakaran di Sungai Ampal tersebut memakan satu korban jiwa.
Namun ia mengaku belum mengetahui pasti penyebab bagaimana korban sampai meninggal dunia. Termasuk penyebab kebakaran ini. “Masih dalam lidik kepolisian penyebabnya,” ucapnya singkat melalui pesan singkat WhatsApp.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *