background img

KORBAN KEBAKARAN BUTUH PAKAIAN

4 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Kejadian kebakaran di kawasan Pandansari pada hari Rabu (7/9) kemarin di RT 18 dan RT 20 telah menyebabkan 34 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal. Terdapat sebanyak 24 rumah warga dan 10 ruko yang hangus terbakar.

Bantuan untuk korban kebakaran terus berdatangan ke lokasi Posko yang telah didirikan oleh Pemerintah Kota Balikpapan tidak jauh dari lokasi kebakaran.

Para pengungsi banyak yang memilih tinggal sementara di ruko yang disediakan warga sekitar. Nampak tidak hanya orang dewasa, banyak anak-anak, bahkan bayi harus tinggal di pengungsian karena kehilangan tempat tinggal.
Ketua LPM Margasari Usman Daming menyampaikan, saat ini pihak masih melakukan pendataan korban kebakaran.

Sementara tercatat ada 165 jiwa yang ada di RT 18, Kelurahan Marga Sari yang menjadi korban dalam kejadian ini. Dari jumlah tersebut di antaranya seorang bayi dan 36 anak-anak.

“Ada banyak bantuan yang sudah datang, bantuan pamper juga ada karena ada bayi,” kata Usman ketika diwawancarai wartawan di lokasi kebakaran, Kamis (8/9).

Ariyani (51), warga RT 18, Kelurahan Marga Sari menyampaikan bahwa pada saat kejadian api begitu cepat membesar.

Sehingga banyak warga yang tidak sempat menyelamatkan harta bendanya, hanya keluar dengan menggunakan baju yang melekat di badan.

Sehingga yang paling dibutuhkan oleh masyarakat saat ini adalah pakaian dan perlengkapan bayi. Sebab banyak anak-anak yang masih berusia 2 tahun harus tinggal di pengungsian.

“Yang kita butuhkan ini pampers, baju, karena dalam kejadian ini juga ada anak yang masih berusia 2 tahun, dan setahun. Biar pakaian satu biji pun tidak ada yang sempat dibawa keluar. Kejadiannya ngeri, apinya langsung besar,” ujar ibu 3 anak ini.

Sementara itu, Ismail, warga RT 18, Kelurahan Marga Sari menyampaikan bahwa dirinya tidak dapat menyelamatkan apapun kecuali baju di badan.

Ia menuturkan pada saat kejadian, dirinya fokus untuk menyelamatkan anak-anak yang masih kecil.

“Saat kejadian itu panik juga kita. Jadi apalah yang sesuai selamatkan, karena anak saya kan 5, paling kecil 4 tahun, itu yang saya selamatkan, Kalau yang kecil yang 4 tahun sama kakaknya itu ikut mamanya jualan warung kopi di pasar,” ujarnya.

Salah satunya adalah anaknya yang masih duduk di bangku SMP yang belum pulang sekolah, karena setiap pulang sekolah biasanya tidur di kamar. Namun setelah diperiksa ternyata belum pulang.

“Setiap hari biasanya kalau pulang sekolah dia tidur langsung di kamar. Ternyata setelah saya periksa dia belum pulang. Makanya saya sudah tidak memikirkan namanya materi. Saya lebih mengutamakan untuk menyelamatkan anak saya,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, tidak ada satupun harta benda yang berhasil diselamatkan, baik itu ijazah, maupun sertifikasi rumah yang ditinggalinya. Bahkan sekitar 40 handphone yang diperbaikinya ikut hangus terbakar.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.