background img

KONFLIK UKRAINA BAKAL BERDAMPAK PADA HARGA BAHAN POKOK

2 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Serangan Rusia ke Ukraina berpotensi menaikkan harga pangan secara global termasuk Indonesia.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai mengambil sejumlah langkah untuk mengantisipasi hal tersebut terutama dalam mengamankan ketersediaan bahan pokok menjelang bulan suci Ramadan.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur Hadi Mulyadi mengatakan, telah berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan, dalam menghitung kebutuhan bahan pokok dan dampak dari konflik Rusia-Ukraina.
“Kementerian Perdagangan serta Dinas Perdagangan harus memperhitungkan berapa kebutuhan menjelang lebaran sehingga tidak ada kemungkinan komoditas tertentu yang tertahan di daerah,” kata Hadi kepada wartawan, Selasa (29/3).
Ia menyampaikan bahwa harus dilakukan sejumlah langkah dalam melakukan pengawasan terhadap distribusi bahan pokok.
Karena yang mesti diwaspadai dampak perang Rusia dan Ukraina yang tak bisa dipungkiri, termasuk Cina dimana efek dominonya ketika terjadi penurunan ekspor dan impor terhadap kondisi pasar dalam negeri.
“Ini akan ada masalah bagi kita. Oleh karena itu, kita harus membangun kemandirian pangan tidak tergantung pada Impor,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa ketersediaan stok bahan pokok di Kalimantan Timur masih mengambil dari provinsi lain. Sehingga perlu peningkatan bekerja sama di antaranya dengan Sulawesi Selatan, dan Surabaya dalam menjamin suplai bahan pokok.
“Itu pentingnya pemerintah memantau. Kalau bicara pedagang secara umum mereka gak tahu mana yang harus dikirim dan mana yang ditahan. Karena menjelang Lebaran biasanya pedagang mempermainkan harga untuk naik. Kami harap mereka tidak seperti itu,” ungkapnya.
(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.