background img

KODAM SIAPKAN DODIKJUR, PEMKOT TENNIS INDOR

2 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Pangdam VI/Mulawarman Mayjend TNI Heri Wiranto bersama Kapolda Kaltim Irjen Pol Herry Rudolf Nahak menyambangi Pemkot Balikpapan, Jumat (9/7) pagi.

Keduanya memberikan semangat serta dukungan kepada Pemkot Balikpapan dalam menjalankan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Kebijakan tersebut diharapkan bisa menekan laju penularan Covid-19 yang kian mengkhawatirkan di Kota Minyak -sebutan Balikpapan.

Kepada awak media, Mayjend TNI Heri menyebut bahwa saat ini Kalimantan Timur menjadi provinsi dengan angka kasus positif Covid-19 tertinggi setelah Jawa dan Bali. Bahkan Balikpapan urutan pertama di Kaltim.

Peningkatan kasus yang cukup tinggi itu tentunya sangat berdampak pada keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan yang kian menipis.
“Pasti berdampak pada BOR atau keterisian tempat tidur rumah sakit. Yang ada sekarang mencapai 90 persen lebih,” kata Pangdam.

Demikian juga dengan keterisian di tempat isolasi terpusat, nyaris penuh. Menyikapinya Pemkot Balikpapan menyiapkan Tennis Indoor Stadium di jalan Asnawi Arbain, Balikpapan Selatan untuk lokasi isolasi mandiri.

Kodam pun turut mempersiapkan alternatif serupa. Yakni, Depo Pendidikan Kejuruan (Dodikjur) di Manggar, Balikpapan Timur (Baltim).
“Dodikjur di Manggar ada 300 tempat tidur kalau sewaktu-waktu sangat diperlukan,” ungkapnya.

Kendati begitu, dirinya mengimbau orang yang positif Covid-19 namun tidak dalam kondisi parah agar menjalani isolasi mandiri di rumah. Perhatian khusus serta obat-obatan pasti diberikan.
“Ini yang sebenarnya penting. Tidak harus semua orang masuk rumah sakit,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Kapolda Kaltim Irjen Pol Herry Rudolf Nahak berharap masyarakat bisa mematuhi semua kebijakan yang dikeluarkan.
Menurutnya, ada tiga hal penting yang harus dilakukan. Taat protokol kesehatan, maksimalkan kegiatan testing dan tracking, dan lakukan vaksinasi.

Namun ketika angka positif terus bertambah, maka Pemkot Balikpapan beserta instansi lainnya akan mengambil sejumlah langkah alternatif.

“Ketika angkanya banyak, maka disiapkan tempat tidur di rumah sakit, kita mau merekrut lebih banyak tenaga kesehatan dari sekolah perawat dengan memanfaatkan tenaga yang sudah mau lulus,” ucapnya.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *