background img

KLAIM BPJS KESEHATAN TURUN 40 PERSEN

1 year ago written by

 

KPFM BALIKPAPAN – Klaim yang ditanggung BPJS Kesehatan sepanjang masa pandemi ini terjadi penurunan untuk kasus penyakit non Covid-19 mencapai 40 persen.

Penurunan ini seiring dengan kebijakan pengetatan sosial selama pandemi Covid-19.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Balikpapan Sugiyanto mengatakan, selama masa pandemi Covid-19, jumlah peserta yang berobat ke fasilitas kesehatan menurun.

Hal itu diperkirakan karena banyak masyarakat yang menahan diri untuk berobat dan pembatasan layanan kesehatan yang diberikan oleh fasilitas kesehatan.

“Sebagian masyarakat banyak yang takut berobat ke fasilitas kesehatan, ada beberapa layanan kesehatan yang dibatasi seperti layanan dokter gigi karena memang ada arahan dari asosiasi yang meminta untuk membatasi layanan,” katanya ketika diwawancarai wartawan, Rabu (9/9).

Selain itu, kondisi masa pandemi Covid-19 juga mempengaruhi jumlah tunggakan kepesertaan BPJS Kesehatan.

Ia menjelaskan, hingga Agustus 2020 peserta yang menunggak pembayaran iuran tercatat mencapai 96.977 jiwa dengan nilai tunggakan mencapai Rp65,6 miliar, naik dibandingkan Juli 2020 yang tercatat jumlah peserta yang menunggak mencapai 95.853 jiwa dengan jumlah tunggakan mencapai Rp64,4 miliar.

Kondisi ini diperkirakan dipengaruhi oleh penurunan tingkat pendapatan masyarakat selama masa pandemi Covid-19, sehingga kesulitan untuk membayar iuran di samping masih ada peserta yang lalai untuk membayar.

Sementara itu, jumlah kepesertaan BPJS Kesehatan juga mengalami penurunan di masa pandemi Covid-19. Dari 722.624 jiwa pada Agustus 2020, menurun menjadi 722.436 jiwa pada September 2020.

Dari data yang tercatat di BPJS Kesehatan, jumlah penurunan kepesertaan itu paling banyak berasal dari peserta perusahaan, kondisi diperkirakan karena penurunan tingkat perekonomian yang menyebabkan sejumlah perusahaan mengalami kesulitan ekonomi.

“Berkurang sekitar 188 orang atau 0,03 persen, paling banyak dari peserta perusahaan, kalau mandiri malah naik,” ujarnya.

Untuk meringankan masyarakat selama masa pandemi Covid-19, BPJS Kesehatan juga membuat program relaksasi pembayaran tunggakan kepesertaan BPJS Kesehatan.

Dalam program relaksasi ini, peserta yang menunggak hanya perlu membayar 6 bulan dari total jumlah tagihan tunggakan maksimal yang biasanya diterapkan selama 2 tahun.

“Cukup bayar 6 dan bulan berikutnya, sudah bisa aktif dan dipergunakan,” ujarnya.

Layanan relaksasi ini dapat dinikmati dengan mengajukan permohonan di aplikasi mobile JKN BPJS Kesehatan, tanpa perlu datang ke loket layanan di kantor BPJS Kesehatan.(MAULANA/ KFPM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *