background img

KENAIKAN SEMBAKO PICU INFLASI

5 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Kenaikan harga sejumlah bahan pokok termasuk cabai rawit diperkirakan akan mempengaruhi tingkat inflasi yang terjadi di Kota Balikpapan.
“Kalau bicara masalah kenaikan harga bahan pokok yang terjadi dalam 1-2 bulan ini bisa dikatakan berpengaruh, tapi tidak akan membuat inflasi itu melejit,” kata Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Ratna Wardaningsih dalam kegiatan sidak bahan pokok di Pasar Klandasan Balikpapan, Rabu (22/12).
Meski akan mempengaruhi, lanjut Ratna, kenaikan bahan pokok yang terjadi tidak akan menyebabkan kenaikan terhadap tingkat inflasi secara signifikan.
Ia menjelaskan, kenaikan inflasi yang terjadi diperkirakan akan tetap dalam perhitungan target yang telah ditetapkan, yakni berkisar pada angka 3 plus minus 1 persen pada tahun 2021 ini.
“Kalau berdasarkan perhitungan kami baik di history maupun di catatan, termasuk juga survei yang kita lakukan, kalau untuk kenaikan sejumlah komoditas seperti cabe lewat ya memang iya. Tapi kalau untuk posisi akhir tahun kami perkirakan masih dalam rentang target 3 plus minus 1, jadi masih bisa dikatakan aman,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kalau bicara pengalaman, memang biasanya di bulan Desember terjadi kenaikan karena adanya peningkatan mobilitas masyarakat yang sudah mulai berangsur normal, seiring dengan status PPKM yang turun ke level 1.
“Kalau kita melihat historynya di bulan Oktober September itu memang terjadi deflasi. Itu mencerminkan juga terjadinya penurunan daya beli masyarakat sebagai akibat pembatasan yang diberlakukan. Tapi kita melihat saat ini di berapa pusat perbelanjaan juga sudah mulai ramai, sehingga itu juga memperlihatkan tingkat beli masyarakat sudah kembali normal. Termasuk juga kebijakan untuk memberikan relaksasi terkait jam buka,” tambahnya.
(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.