background img

KEMATIAN SAAT ISOMAN MENINGKAT

2 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Angka kematian pasien Covid-19 saat menjalani isolasi mandiri (isoman) di Balikpapan sangat mengkhawatirkan di saat kasus terkonfirmasi positif melonjak tajam.

Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty mengatakan, dalam dua pekan terakhir terjadi peningkatan cukup tinggi. Tercatat ada sedikitnya 20 kasus kematian di rumah.

“Untuk meninggal di rumah meningkat, ada 20 kasus hampir dua minggu ini. Sebagian besar positif Covid-19 ada juga yang enggak, meninggal karena penyakit lain,” kata Andi Sri Juliarty di Pemkot Balikpapan, Minggu (11/7).

Pasien yang meninggal saat isolasi mandiri ini, lanjut wanita yang akrab disapa Dio itu, ada beberapa di antaranya yang memang dalam pantauan. Kondisinya pun kritis, namun tidak tertolong karena kondisi di rumah sakit yang sudah penuh.

“Tidak dapat kita tolong untuk masuk rumah sakit karena memang sudah penuh. Sehingga selama isolasi di rumah dalam pemantauan puskesmas,” ujarnya.

Namun ada beberapa juga yang meninggal tanpa informasi. Artinya belum diketahui apakah terkonfirmasi positif Covid-19 atau tidak. Sehingga pada kasus seperti ini harus dilakukan tes antigen setelah kematian.

“Mereka ini belum diketahui apakah terpapar atau enggak, karena merasa sakit biasa dan tidak pergi berobat. Atau minum obat rutin yang dibeli bebas,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Dio berharap serta mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk segera ke puskesmas jika merasakan keluhan seperti batuk, pilek, demam dan lainnya. Agar cepat ditegakkan apakah Covid-19 atau tidak.

“Demikian juga jika merasa kontak erat. Harap secara proaktif menyampaikan atau datang periksa ke puskesmas, sehingga kita bisa menghindarkan kematian yang tidak diketahui penyebabnya. Jangan sampai setelah meninggal baru diketahui positif,” ucapnya.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *