background img

KEKERASAN SEKSUAL ANAK MASIH TINGGI

2 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Sepanjang 2020 hingga pertengahan 2021 ini aktivitas anak dominan dilakukan di rumah demi mencegah penyebaran Covid-19.

Namun, kondisi ini tidak lantas membuat anak aman dari kekerasan. Baik itu kekerasan fisik, psikis, hingga kekerasan seksual.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Balikpapan Sri Wahyuningsih membenarkan kondisi tersebut.

“Kasus kekerasan terhadap anak masih sangat tinggi. Yang menjadi peringkat pertama selalu kekerasan seksual terhadap anak,” kata Sri Wahyuningsih melalui sambungan seluler, Jumat (30/7).

Wanita berjilbab itu merincikan, pada tahun 2020 lalu ada sedikitnya 30 kasus kekerasan seksual terhadap hingga akhir Desember. Sementara pada tahun 2021 ini sudah ada sebanyak 20 kasus sampai pada 28 Juni.

“Data yang tercacat baru sampai bulan Juni. Kita berharap tidak ada peningkatan sampai akhir tahun nanti,” ungkap Sri Wahyuningsih.
Penyebabnya beragam, mulai dari pergaulan bebas hingga dampak bermain gadget. Karena anak-anak bisa saja mengakses situs-situs terlarang.

Untuk itu, Sri Wahyuningsih mengimbau kepada para orang tua untuk selalu mengawasi setiap aktivitas anaknya. Temasuk awasi pergaulan anak di lingkungan keluarga dan masyarakat, karena rata-rata pelaku juga dari orang terdekat.

“Rata-rata orang terdekat. Ada bapak kandung, om, kakek, guru, hingga tetangga yang dianggap sudah orang baik, tiba-tiba anak ini mendapatkan kekerasan seksual, pencabulan atau asusila,” ucapnya.

Sri Wahyuningsih berharap, kasus-kasus kekerasan anak yang telah dilaporkan ditindaklanjuti aparat hukum. Pelaku diberikan hukuman yang sesuai dengan perbuatan yang mereka lakukan.

“Kita berharap mudahan saja para korban yang melapor mendapatkan tindakan pencabulan itu diproses lebih lanjut oleh aparat hukum,” tandasnya.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *