background img

KEISTIMEWAAN 10 HARI TERAKHIR RAMADAN

3 days ago written by

KPFM BALIKPAPAN – 10 Hari terakhir Ramadan menjadi sesuatu yang paling diistimewakan masyarakat muslim dunia saat puasa. Bukan berarti selain 10 hari tersebut adalah momen yang tidak istimewa, tetapi ada alasan mengapa ibadah 10 hari terakhir di bulan Ramadan ini harus diperjuangkan.

Nabi Muhammad SAW menjadikan 10 hari terakhir di bulan puasa sebagai yang terfavorit karena merupakan fase pembebasan dari api neraka.

“Ada pepatah mengatakan, kalau mencari dunia mungkin belum tentu kita dapat. Walaupun kita dapat banyak yang gak puas, bisa jadi kalaupun dapat kepuasan bisa jadi tidak lama. Tapi kalau mencari akhirat itu pasti dapat, terutama bagi siapapun memaksimalkan 10 malam terakhir Ramadan,” kata ustadz Roni Hidayat dalam program Berkah Sahur yang dipersembahkan oleh Dompet Dhuafa Kaltim, Senin (3/5).

Ia mengumpamakan seperti lomba lari kuda, pasti ada pemenang dan ada yang kalah. Tapi di bulan Ramadan ini dalam urusan mencari akhirat tidak ada pemenang, dan tidak yang kalah. Semuanya jadi pemenang.

Caranya agar mendapatkan keutamaan bulan Ramadan di antaranya melakukan amalan-amalan seperti salat tarawih sampai selesai imam baru dia selesai juga, apalagi kalau ingin tambah lagi tentu pahalanya ditambah lagi.
Setelah itu, bisa ditambah dengan mengikuti itikaf di masjid dengan protokol kesehatan yang ketat. Namun apabila kita tidak berani di rumah saja dengan memaksimalkan amalan-amalan yang bisa dilaksanakan di rumah, seperti memperbanyak membaca Al Quran.

“Membaca Al Quran ada tiga, pertama hanya membaca, yang kedua baca Al Quran dengan memahami dan ada juga membaca Al Quran dengan mengamalkan, ini yang lebih mantap atau lebih yang memahami,” jelasnya.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *