background img

KASUS PENGANIAYAAN PEKERJA RDMP BELUM TUNTAS

2 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Lini masa media sosial publik Kota Balikpapan, Kamis pagi (24/3) ramai dengan pemberitaan kasus pemukulan yang dilakukan oleh dua WNA Korea Selatan inisial PK dan CH terhadap dua pekerja Refinery Development Master Plan (RDMP) kilang minyak Pertamina Balikpapan yang berujung damai.

Namun, setelah ditelusuri kasus tersebut belum sepenuhnya tuntas. Sebab hanya salah satu korban yakni YN yang telah mencabut laporannya atas PK. Wanita 22 tahun itu memilih jalur damai dengan salah satu atasannya itu. Sementara untuk laporan korban SH (42) terhadap CH masih terus berproses di Polresta Balikpapan.
“Yang mencabut laporan itu kasusnya YN. Sementara saya Kamis hari ini pukul 14.00 Wita dipanggil oleh Polresta untuk dimintai keterangan terkait laporan saya,” kata SH melalui sambungan telepon, Kamis siang (24/3).
Ada pun yang dilaporan SH yakni dugaan penganiayaan yang dialaminya pada Senin (21/3) pagi di rumah YN. Dengan terlapor yakni atasannya CH. “Yang saya laporkan itu kejadian penganiayaan di rumah YN. Saya dibenturkan ke pagar dan tembok rumah YN. Jadi, kejadian yang saya alami ini di luar area proyek kilang,” ungkapnya.
Sementara itu, Community Development Manager RDMP Balikpapan JO Prisca Christina melalui keterangan tertulisnya menjelaskan jika laporan polisi terkait kasus pemukulan terhadap YN telah dicabut sejak 21 Maret 2022 kemarin. “Dugaan tindak pidana penganiayaan Pasal 352 KUHP telah dicabut oleh pihak pelapor,” jelas Prisca.
Manajemen RDMP Balikpapan JO sebelumnya telah melakukan investigasi kepada pihak-pihak yang terkait, dan melakukan mitigasi dalam koridor kebijakan dan prosedur yang berlaku.
Managemen memastikan mereka yang terbukti terlibat untuk bertanggung jawab. Pihaknya tidak menoleransi segala bentuk tindak kekerasan pada seluruh karyawan, tanpa menimbang kapan, di mana dan oleh siapa pun. Terlebih kejadian berada dalam area proyek kilang.
RDMP Balikpapan JO menyampaikan terima kasih kepada otoritas terkait yang telah memberikan bantuan yang cepat dan professional terhadap kejadian ini.
“Manajemen RDMP Balikpapan JO secara proaktif turut mengawasi penyelesaian kasus tersebut demi terwujudnya situasi yang kondusif, aman, dan nyaman baik bagi pekerja, maupun masyarakat secara umum,” ucapnya.

KILAS BALIK KASUS
Kasus ini bermula pada Jumat(18/3) sore sekira pukul 17.00 Wita. Saat itu, SH melihat rekan kerjanya YN dianiaya oleh PK. Kejadian itu berlangsung di area proyek RDMP.
“Kejadian dalam kawasan proyek kilang. Saya tidak tahu masalahnya apa. Saya lihat YN itu dipanggil dengan nada keras, dibentak, dilempari batu, terus dicekik dan dipukul. Nah, saya stop dan interven. Terus saya temani melapor ke polisi. Saya sebagai saksi,” jelas SH.
Kejadian pun berlanjut pada pagi hari ini, Senin (21/3). YN mengubungi SH melalui pesan WhatsApp untuk datang ke rumahnya. Karena merasa khawatir, SH datang setelah melaksanakan salat subuh. Tak sendirian, SH ditemani rekannya AN. Sampai di sana, rupanya sudah ada tiga orang dalam rumah YN. Dua di antaranya WNA dan satu lagi orang Indonesia.
“Saya permisi baik-baik. Saya izin ketemu YN. Pas sampai di dalam saya lihat YN itu ketakutan, diam, dan melamun. Ia disodori materai sama surat-surat yang saya tidak tahu isinya. Saya curiga, enggak benar begini. Nah saya bilang sama YN, aku bapakmu, ada apa, ngomong sama saya,” cerita SH.
SH yang melihat kondisi YN dalam ketakutan langsung memeluknya. Namun, diseret keluar oleh WNA inisal CH yang juga atasan tempat SH dan YN bekerja. “Saya merasa ini sudah tidak relevan, masa tamu nyeret saya. Padahal yang punya rumah manggil saya, makanya psaya suruh teman saya (AN) itu telepon polisi. Ini sudah enggak bener,” ungkapnya.
Tak hanya diseret, SH juga mengaku didekap dengan kencang oleh CH. Kemudian dibentur-benturkan ke pintu pagar dan tembok rumah. “Saya didekap sampai hampir tak bernafas. Dibenturkan ke pagar dan tembok juga. Ini ada luka gores di tangan saya,” sebut SH sambil menunjukkan bekas goresan di tangan kirinya.
SH menyebut, kejadian itu disaksikan langsung lewat video call oleh seorang anggota Polresta Balikpapan. “Teman saya ini (AN) video call dengan anggota polisi. Kejadian itupun disaksikan walaupun lewat telepon. Terus anggota polisi ini menengahi dan membawa kami ke sini (PPA). Saya buat laporan lagi. Jadi ada dua laporan ini. Saya melapor CH dan YN melapor PK,” ucapnya.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.