background img

KARAKTERISTIK MANUSIA DALAM ISLAM

3 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Di samping kedahsyatan penciptaan manusia dan struktur yang ada dalam tubuhnya, manusia juga dianugerahi beberapa karakter buruk yang jika tidak diobati, maka akan merugikan manusia itu sendiri.

Ustadz Mustaki dalam program Sajadah yang dipersembahkan oleh Dompet Dhuafa Kaltim di Radio KPFM Balikpapan, Jumat (27/8) mengatakan berdasarkan Abdul Qadir al-Jilani, karakter manusia itu dibagi dalam empat macam.

Karakter yang pertama adalah manusia tidak memiliki lisan dan juga tidak memiliki hati, yang bisa dikatakan tidak memiliki intelegensi dan nilai-nilai spiritualitas.

Siapakah karakter yang termasuk dalam kategori pertama ini, yaitu orang-orang yang bermaksiat kepada Allah.

“Mereka adalah orang-orang yang sangat bodoh karena diciptakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala tapi mereka tidak beribadah,” kata Ustadz Mustaki.
Mereka juga diciptakan untuk terus belajar tapi mereka tidak mau belajar.

Oleh sebab itu kita usahakan jangan sampai berada seperti mereka dan bergaul bersama mereka. Karena memang biasanya orang yang bermaksiat itu akan lupa dengan ibadahnya dan lalai.

“Memang manusia itu lebih cenderung ke kemaksiatan tapi yang terpenting adalah bagaimana kita mengolah hati kita agar selalu beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala,” ungkapnya.

Kedua, adalah seorang yang memiliki lisan dan intelegensi tetapi tidak memiliki nilai-nilai spiritualitas.

Mereka ini adalah orang-orang yang memberikan hikmah dan mengajak kepada sesuatu yang baik dan diridhoi oleh Allah subhanahu wa ta’ala, tetapi mereka ini tidak mengerjakannya.
Ketiga, seorang yang memiliki hati, kenapa dia tidak terlalu banyak bercakap.

Siapakah mereka? mereka adalah orang yang beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala, tetapi Allah sembunyikan jadi Allah menjaga hatinya daripada manusia. Dan Allah menjaga dia daripada aib-aib dirinya, kemudian Allah berikan cahaya kepada orang tersebut, kemudian Allah berikan pengertian tentang dampak buruk daripada keburukan dengan manusia.

Orang-orang yang termasuk dalam golongan ketiga ini adalah para waliyulloh. Orang-orang yang dekat kepada Allah, orang-orang yang selalu beribadah kepada Allah, dan mereka ini adalah orang-orang pilihan dari Allah.
Keempat, yaitu seorang yang mengajak, mengajarkan dan juga mengamalkan.

Mereka adalah orang yang terus belajar, di samping dia belajar juga mengajarkan ilmunya kepada orang lain. Selain mengerjakan kepada orang lain dia juga mengerjakan apa yang diajarkan. Inilah yang kemudian disebut dengan orang alim, orang yang mempunyai ilmu kemudian mengajarkan ilmu dan dia juga mengamalkan apa yang diajarkan.

Sehingga kepada orang-orang ini, Allah memberikan keistimewaan bermacam-macam ilmu daripada ilmunya Allah subhanahu wa ta’ala. Kemudian Allah juga memberikan keluasan, kelapangan hati untuk menerima ilmu.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *