background img

JURAGAN KLOTOK TEWAS DIBACOK ABK

2 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Seorang juragan kapal klotok berinisial F (29) tewas usai dibacok oleh anak buah kapal (ABK) berinisial RK. Usut punya usut, penyebabnya gegara tak terima dengan perkataan yang dilontarkan oleh sang juragan.

“Benar, terjadi tindak penganiayaan yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia,” kata Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Yusuf Sutejo melalui pesan WhatsApp, Selasa (17/1).

Kasubdit Gakkum Polairud Polda Kaltim AKBP Teguh Nugroho menambahkan, peristiwa berdarah itu terjadi di Perairang Perangatan, Kecamatan Anggana pada Senin (16/1) sore sekira pukul 17.30 Wita.

Saat itu, kapal yang hendak mengangkut limbah batu bara ini melintas dari arah Perairan Muara Pegah. Juragan klotok F kemudian terlibat cekcok dengan RK. Lantaran tidak terima dengan kata-kata yang dilontarkan F. Cekcok tersebut sempat dilerai oleh ABK lain.

Namun, RK rupanya masih sakit hati. Hingga akhirnya pada saat kapal melintas di Perairan Perangantan, RK langsung mengambil sebilah parang dan membacok F yang saat itu memegang kemudi kapal.

“Sempat ditangkis, kemudian terjadi aksi kejar-kejaran. Dan pelaku sempat bertabrakan dengan ABK lain berinisial IS. RK juga membacokkan parang ke tubuh IS beberapa kali,” ungkap Teguh Nugroho.

Tak sampai di situ, pelaku pun kembali mengejar F dan membacokkan parang beberapa kali ke tubuh korban. Keduanya kemudian jatuh di perairan tersebut.

Melihat itu, ABK lain langsung menyelamatkan juaragan F ke atas kapal. “Juragan F berhasil diselamatkan dan diangkat ke atas kapal. Sementara RK berenang menjauhi perahu klotok dengan masih terlihat memegang parang di tangannya,” tuturnya.

Kedua korban pun langsung dibawa ke klinik terdekat untuk mendapatkan pertolongan pada pukul 20.00 Wita. Namun sesampainya di klinik, juragan F dinyatakan meninggal dunia. “Untuk ABK IS dilakukan perawatan atas luka-lukanya,” ucapnya.

Saat ini polisi masih melakukan pengejaran terhadap RK yang berhasil melarikan diri. Kasus ini juga mendapat perhatian serius dari Kapolda Kaltim Irjen Pol Imam Sugianto.

Jenderal bintang dua itu menegaskan bahwa dengan adanya kejadian ini menjadi perhatian bagi seluruh masyarakat, agar waspada dalam bertugas. “Kami juga akan meningkatkan patroli dalam mencegah adanya kejadian penganiayaan seperti ini lagi,” tandasnya.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.