background img

JUANSON KLARIFIKASI PERBEDAAN HASIL TES

2 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Klinik Kesehatan Ibu dan Anak Juanson kembali viral di media sosial warganet Kota Balikpapan dua hari terakhir. Setelah salah satu media sosial mengunggah perbedaan hasil tes antigen yang dikeluarkan oleh klinik tersebut.

Postingan itu memperlihatkan hasil tes antigen dan PCR seorang warga di salah satu rumah sakit dinyatakan negatif Covid-19. Berbeda yang dikeluarkan oleh Klinik Juanson sebelumnya, dinyatakan positif Covid-19.
Menanggapi hal ini, Penanggung Jawab Lab Molekular Klinik Juanson Balikpapan Umi Salamah menerangkan bahwa perbedaan hasil cek kesehatan di setiap klinik atau Fasilitas Kesehatan (Faskes) adalah hal yang mungkin bisa saja terjadi.
“Ada banyak faktor yang menyebabkan itu. Mulai dari perbedaan alat medis yang digunakan, waktu tes dan bahan baku alat yang digunakan berpengaruh terhadap hasil tes,” kata Umi Salamah, Kamis (10/3).
Menurut wanita berjilbab itu, Klinik Juanson merupakan suatu faskes yang sudah diakui Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan dan Pemkot Balikpapan. Memiliki izin usaha valid dan dikelola secara profesional.
Klinik Juanson sudah memiliki izin operasional, fasilitas mesin PCR yang terstandar. Ditunjang dengan sudah melakukan PME dengan hasil 100 persen, dan uji profisiensi lanjutan dengan nilai 100 persen, juga SDM yang profesional yang dilengkapi dengan SIP.
Sehingga tidak mungkin bagi pihak Klinik Juanson untuk memberikan atau mengeluarkan keterangan hasil tes kesehatan yang tidak sesuai dengan fakta yang ada.
“Kami sudah memastikan, mulai dari alat, distribusi bahan baku seperti reagen dan tenaga kesehatan kami semua sudah terverifikasi. Memang sulit bagi pasien atau konsumen untuk menerima hasil yang mungkin tidak sesuai dengan ekspektasinya. Tapi secara prosedur kami sudah melakukan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” ujarnya.
Namun, kejadian ini tentu menjadi atensi bagi Klinik Juanson untuk terus berbenah dan melakukan evaluasi terkait pelayanan juga komunikasi dengan masyarakat atau konsumen. “Tentunya kami akan terus berbenah, demi memberikan pelayanan yang terbaik,” ucapnya.
Pihaknya juga memahami bila konsumen yang datang memerlukan hasil negatif, baik tes antigen maupun PCR untuk menunjang aktivitasnya di masa pandemi.
“Tapi, sebagai lembaga kesehatan yang profesional dan memiliki tanggung jawab untuk ikut serta membantu pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19, maka kami juga mesti bekerja secara jujur dan profesional,” sebutnya.
Ini bukan pertama kali Klinik Juanson mendapat sorotan publik. Bahkan DKK Balikpapan sempat menghentikan sementara aktivitas klinik tersebut selama tiga hari. Untuk melakukan evaluasi dan mengatasi semua kemungkinan problem yang mungkin terjadi selama beroperasi.
“Soal penghentian kemarin, ini juga harus diluruskan bahwa kami beroperasi selama 24 jam. Jadi tidak mungkin melakukan evaluasi kalau tidak dihentikan sementara. Yang pasti dukungan dari DKK sangat membantu kami untuk terus berkontribusi di Balikpapan,” akunya.
Dia berharap agar masyarakat saat ini lebih bijak dalam menyikapi perbedaan hasil tes kesehatan di setiap klinik atau faskes. “Mari kita bijak dalam menyikapinya,” harapnya.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.