background img

JUAL WANITA KE PRIA HIDUNG BELANG, JR DIKURUNG

1 month ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Praktik prostitusi yang dikelola secara daring atau online di Kota Minyak -sebutan Balikpapan- kembali terbongkar.

Seorang pria berinisial JR yang diduga terlibat dalam kegiatan prostitusi tersebut diamankan polisi di salah satu hotel berbintang di Balikpapan pada Rabu (23/6).

Pria 41 tahun itu diduga berperan sebagai mucikari. Turut diamankan juga barang bukti berupa satu unit handphone, uang tunai sebanyak tiga juta, serta screenshot obrolan transaksi.

“Pelaku ini menjadi perantara untuk perempuan yang bisa diBO. Jadi dia perperan yang menghubungkan dengan pelanggan melalui media sosial WhatsApp,” kata Kasat Reskrim Polresta Balikpapan Kompol Rengga Puspo Saputro saat pers rilis, Senin (28/6).

Ada pun kronologis pengungkapan kasus berawal saat anggota Satreskrim Polresta Balikpapan melalui Unit Tipidter melakukan penyelidikan terkait aktivitas prostitusi online di Kota Balikpapan.

Untuk melancarkan upaya penyelidikan, anggota melakukan penyamaran dan memesan dua wanita yang ditawarkan atau dijual pelaku lewat WhatsApp. Selanjutnya melakukan negosiasi harga dengan pelaku. Setelah disepakati, barulah bertemu untuk transaksi.

“Transaksinya di hotel. Setelah uang diserahkan, anggota membuka penyamaran dan langsung mengamankan pelaku beserta barang bukti,” jelas Rengga.

Dalam aksinya, pelaku menawarkan dua perempuan ke pria hidung belang dengan tarif masing-masing Rp 1.500.000. Dari situlah pelaku mendapatkan keuntungan.

“Pelaku mendapatkan keuntungan dari situ. Satu wanita dia dapat Rp 200 ribu. Sehingga total keuntungannya dari dua wanita itu sebesar Rp 400 ribu,” ungkap Rengga.

Usia korban, lanjut Rengga, berkisar 24-29 tahun. Statusnya orang umum, bukan pelajar atapun mahasiswa. “Pelanggannya juga orang umum atau swasta,” tandasnya.

Atas perbuatannya, pelaku terancam dikurung paling lama enam tahun. Ia dijerat Pasal 2 atau Pasal 9 UU RI No 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang, atau Pasal 296 KUHP atau 506 KUHP.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *