background img

JUAL SABU UNTUK RENOVASI RUMAH

1 year ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Dengan tatapan kosong dan dipenuhi rasa bersalah, oknum pegawai honorer di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan berinisial AA (47) hanya bisa tertunduk lesu.
Ia harus merasakan dinginnya jeruji besi lantaran terbukti memiliki barang haram narkotika jenis sabu sebanyak enam plastik cetik berukuran kecil, berisikan sabu seberat 3,72 gram bruto.

AA diamankan oleh Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Balikpapan di kediamannya di jalan Jenderal Sudirman pada Minggu (31/5) sekira pukul 01.00 Wita.
Saat ditemui di kantor BNNK Balikpapan, AA tidak menampik jika dirinya benar merupakan tenaga honorer di BPBD Balikpapan. Ia sudah mengabdi selama puluhan tahun.

“Saya honorer di BPBD sebagai driver. Sudah 15 tahun,” kata AA saat dicecar pertanyaan oleh awak media, Senin (1/6).
Apa alasannya hingga nekat menjual sabu-sabu? AA mengaku karena terkendala ekonomi. Ia mencari penghasilan sampingan untuk memperbaiki atau merenovasi rumahnya.

“Saya jual sabu-sabu ini mau renovasi rumah dan kebutuhan lain-lain,” ujarnya.
AA sendiri merupakan pemakai dan pengedar. Dia mengaku, telah mengonsumsi sabu selama 20 tahun dan jadi pengedar selama tiga bulan. “Dulu sempat berhenti tapi make lagi,” ungkapnya.

AA mengaku barang haram itu didapat dari seorang rekannya yang berada di Balikpapan. Ia menjualnya dengan harga Rp 200 ribu per poket.

“Dapat barang dari orang di Balikpapan. Saya jual Rp 200 ribu. Keuntungannya enggak nentu,” ucapnya.
Kini AA harus rela menghabiskan sebagian hidupnya di balik jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Ia disangkakan Pasal 114 (1) atau Pasal 112 (1) Jo Pasal 127 (1) huruf A UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dan prekusor narkotika. Dengan ancaman minimal lima tahun penjara, maksimal 20 tahun, dan pengguna ancaman empat tahun atau denda satu miliar.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *