background img

JNE DORONG UMKM MELALUI SISTEM DIGITAL

3 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Pandemi COVID-19 menuntut pelaku UMKM untuk mampu melakukan kegiatan pemasaran secara online. Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa UMKM yang dapat beradaptasi di dunia digital adalah UMKM tangguh dalam menghadapi krisis. Hal ini mendorong JNE Express untuk mendukung pengusaha kecil menengah agar mampu bangkit di masa sulit.

Komitmen JNE dalam membantu para UMKM dituangkan dalam gelaran webinar bertajuk JNE Ngajak Online 2021 – Goll…Aborasi Bisnis Online 2021.

Kepala Cabang JNE Balikpapan Adityo Putranto menilai UMKM Balikpapan punya potensi besar untuk bangkit dengan bersaing di ranah digital. Meskipun persaingan cukup ketat, pengusaha UMKM bisa terus menambah pengetahuan mengenai bisnis digital serta berupaya meningkatkan kualitas produk maupun layanan yang dimiliki.
“Kapabilitas UKM Balikpapan harus ditingkatkan dengan memperhatikan produk serta kualitasnya. Untuk itu JNE Balikpapan hadir memberikan pelatihan digital marketing untuk UKM setempat,” papar Adityo dalam virtual webinar pada Rabu, (10/2/).

JNE melakukan roadshow online di 59 kota di seluruh Indonesia dengan harapan para pelaku UMKM, khususnya di Balikpapan dapat mengembangkan kemampuan bersaing di dunia digital, baik dalam skala nasional maupun internasional.

Menurutnya, UMKM di Balikpapan menghadapi tantangan dan permasalahan yang beragam. Para pelaku UMKM Balikpapan yang didominasi oleh sektor dagang, jasa dan industri ini mendapat perhatian Pemerintah Kota Balikpapan yang terus berusaha meningkatkan kualitas SDM serta produk UMKM Balikpapan melalui berbagai pelatihan dan pemberdayaan.
Kepala Seksi Bina Usaha Mikro Kecil Menengah Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian Balikpapan, Rabiatun memaparkan, pelatihan yang diberikan oleh Pemkot tidak hanya produksi barang tetapi juga juga pelatihan desain dan kemasan serta sistem jaminan dan sertifikasi halal.

“Kalau UMKM membayar sendiri biayanya lumayan mahal, itu kita bantu selama pandemic. Ada 40 UMKM yang difasilitasi untuk mendapatkan pelatihan sistem jaminan halal karena untuk mendapatkan sertifikat halal sendiri biayanya lumayan mahal,” katanya.
Hadir sebagai pembicara yang mewakili UMKM Balikpapan, pemilik Mie Desa dan Mienimie Lisa mengajak pengusaha UMKM untuk mampu berfikir kreatif. Ia juga menekankan pentingnya meluncurkan produk yang sudah memiliki izin dan sertifikasi halal. “Menjadi seorang owner online bisnis kita harus mampu menjadi seorang yang konsisten dan intuitif. Komitmen menjual produk tidak hanya kualitas tetapi juga soal izinnya,” tutup Lisa.
Sebagai informasi, gelaran webinar JNE Ngajak Online – Goll…Aborasi Bisnis Online 2021 menjadikan Balikpapan sebagai kota tujuan ketiga setelah Pasuruan. Gelaran webinar ini juga sekaligus merayakan ulang tahun kota Balikpapan ke-124 yang jatuh di hari yang sama, yaitu 10 Februari 2021.
Setelah Kota Balikpapan, gelaran roadshow ini akan kembali digelar di kota Solo pada 17 Februari 2021. Roadshow yang di selenggarakan di 59 kota di seluruh Indonesia, JNE Ngajak Online 2021 dimulai pada 26 Januari 2021 di Samarinda dan akan berakhir pada 29 Desember 2021 di Ternate.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *