background img

JANGAN LIBATKAN ANAK KAMPANYE 

1 year ago written by

 

KPFM BALIKPAPAN – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Balikpapan mengimbau kepada seluruh masyarakat, pimpinan ormas hingga pimpinan partai politik untuk tidak melibatkan anak-anak dalam kegiatan aksi demonstrasi, unjukrasa dan juga kampanye.

Imbauan tersebut menyusul adanya surat edaran Wali Kota Balikpapan nomor 463/064/DP3AKB-PA tentang perlindungan hak anak terhadap ajakan atau keikutsertaan dalam aksi demonstrasi, unjuk rasa dan juga kampanye.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, pimpinan ormas dan juga pimpinan partai politik untuk tidak melibatkan anak-anak,” kata Kepala DP3AKB Balikpapan Sri Wahyuningsih, Selasa (8/9).

Rujukan dalam menerbitkan surat edaran Walikota ini, lanjut wanita yang akrab disapa Yuyun itu, adalah mengantisipasi terjadinya pelibatan anak dalam kerusuhan sosial. Karena kegiatan demonstrasi, unjukrasa hingga kampanye tidak menutup kemungkinan terjadinya kerusuhan sosial.

“Kerusuhan sosial itu sendiri akan membahayakan bagi kesehatan jiwa daripada anak. Akan mempengaruhi tumbuh kembangnya. Itu risikonya,” ujar Yuyun.

Ia mencontohkan, dalam kegiatan demonstrasi, unjukrasa dan juga kampanye, biasanya ada teriakan-teriakan. Dan kegiatannya pasti selalu di jalanan. Dalam kondisi itu, anak-anak berada dalam suasana lingkungan yang akan mengancam kesehatan jiwanya.

“Pasti akan mengancam kesehatan jiwanya. Dan memorinya itu akan merekam yang dilihatnya. Padahal seharusnya usia anak adalah usia yang wajib untuk kita lindungi. Dijauhkan dari aspek kekerasan maupun yang menimbulkan potensi kerusuhan sosial,” ungkapnya.

Yuyun menambahkan, anak-anak dilindungi oleh negara. Karena setiap anak masih memiliki masa depan sebagai generasi muda penerus perjuangan cita-cita bangsa. Sehingga harus dilindungi dari aspek tumbuh kembangnya yang tidak sesuai dengan hak anak itu sendiri.

“Kalau mengacu kepada UU perlindungan anak, bahwa setiap anak itu berhak memperoleh perlindungan dari penyalahgunaan dalam kegiatan berpolitik, pelibatan dalam sengketa bersenjata, dalam kerusuhan sosial. Juga pelibatan dalam peristiwa yang mengandung unsur kekerasan, peperangan serta seksual,” ucapnya.

Untuk mengawal surat edaran tersebut, Yuyun menyebut jika pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Dalam hal ini Kasat Intel Polresta Balikpapan, yang nantinya bersama-sama melakukan monitoring di lapangan.

“Jadi nanti ada petugas dari kami dan Intel Polresta yang bersama-sama memonitor di lapangan. Kalau nanti kedapatan membawa anak, maka akan ada upaya persuasif untuk melakukan pembinaan kepada keluarga-keluarga yang terlibat,” tandasnya.Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *