background img

JANGAN GUNAKAN NPWP ORANG LAIN

1 year ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Program Bincang Pajak radio KPFM 95.4 Mhz Balikpapan edisi siar Rabu (19/8) membahas tentang kepemilikan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) yang tidak boleh disalahgunakan.

“Berdasarkan pengamatan Kanwil DJP Kaltimtara diketahui masih banyak Wajib Pajak yang menggunakan NPWP orang lain ataupun Faktur Pajak yang Tidak Berdasarkan Transaksi Sebenarnya (TBTS) dalam melakukan kegiatan usahanya,” ujar Zara Sita, Fungsional Pemeriksa Pajak Kanwil DJP Kaltimra.

Dikatakan, disinyalir hal ini biasa terjadi di kalangan pengusaha ketika sedang mendapatkan proyek namun belum memiliki NPWP. Termasuk untuk menghindari pembayaran Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

“Biasanya pengusaha akan mencari NPWP orang lain untuk digunakan dalam kegiatan usahanya tersebut. Tindakan ini sebenarnya berpotensi menimbulkan kerugian bagi kedua belah pihak, baik pemilik NPWP maupun penggunanya,” paparnya.

Selain Zara Sita, hadir pula Belianto Tanuri melalui sambungan telepon. Pria yang akrab disapa Beli ini mengatakan, ada beberapa kerugian atau bahaya yang akan timbul jika ada penyalahgunaan NPWP orang lain maupun Faktur TBTS.

“Pemilik usaha harus menanggung kerugian. Karena peminjam NPWP tidak membayar pajak sehingga pemilik usaha mendapatkan beban pembayaran pajak karena NPWP-nya digunakan dalam transaksi tersebut,” ujar Beli.

Lalu, lanjutnya, pemilik usaha harus membayar pajak yang lebih besar karena adanya data penjualan ataupun omset yang lebih besar daripada yang sebenarnya. Selain itu bakal berhadapan dengan Penyidik Pajak ketika kasusnya ditingkatkan menjadi Bukti Permulaan (Bukper) yang menjurus ke tindak pidana.

“Bahkan akan ada potensi perselisihan antara pemilik NPWP dan pengguna NPWP akibat salah pengertian, maupun wanprestasi yang dapat berujung di pengadilan,” ucap Kepala Seksi Administrasi Bukti Permulaan dan Penyidikan ini.

Menurutnya, akan ada hukuman denda bahkan pidana jika ditemukan kesengajaan menerbitkan atau menggunakan faktur pajak yang tidak berdasarkan transaksi sebenarnya. Hukuman pidana penjara paling singkat dua tahun dan paling lama 6 tahun, serta denda paling sedikit dua kali jumlah pajak dalam faktur, dan paling banyak enam kali jumlah pajak dalam faktur. Peraturan ini sesuai dengan pasal 39A UU No 6 Tahun 1989 s.t.d.d UU No 16 tahun 2009 tentang ketentuan umum dana tata cara perpajakan (KUP).

Pada pasal 39 ayat 1 huruf b menyebutkan bahwa setiap orang yang dengan sengaja menyalahgunakan atau menggunakan tanpa hak NPWP atau Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara, dipidana penjara paling singkat 6 bulan dan paling lama 6 tahun dan denda paling sedikit dua kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar dan paling banyak 4 kali jumlah pajak terutang yang tidak, atau kurang dibayar.

Kantor Wilayah DJP Kalimantan Timur dan Utara mengimbau kepada masyarakat/Wajib Pajak untuk memenuhi kewajiban perpajakannya dengan baik dan benar agar terhindar dari sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Terlebih saat ini ada keterbukaan akses informasi milik instansi pemerintah, mekanisme pemeriksaan, serta penegakan hukum Direktorat Jenderal Pajak saat ini dapat mendeteksi tindakan-tindakan penyalahgunaan dan penghindaran pajak oleh masyarakat.

Beli mengingatkan agar masyarakat menyadari aspek hukum dari setiap kegiatan pembayaran dan pelaporan pajak termasuk diantaranya tidak mudah memberikan dokumen perpajakan seperti antara lain kartu NPWP ataupun data kependudukannya kepada pihak lain untuk digunakan dalam perbuatan melawan hukum, contohnya pembuatan dokumen perusahaan untuk dijadikan sebagai pimpinan CV atau PT yang tidak sebenarnya atau hanya di atas kertas saja, karena pada akhirnya hal tersebut akan merugikan diri sendiri maupun pihak lain.

Sadar Pajak berarti juga sadar hukum akan kewajiban dan hak masing-masing, yang pada akhirnya akan memajukan Kegiatan Bisnis Anda. Pajak Kuat, Indonesia Maju.Sesil/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *