background img

JANGAN BERLEBIHAN MENCINTAI DUNIA

4 days ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Sebagai seorang muslim tentunya kita harus mempercayai adanya kehidupan setelah mati yang disebut kehidupan di akhirat.

Kehidupan yang itulah yang menjadi tujuan bagi setiap orang yang beriman. Dunia yang kita jalani saat ini hanyalah sementara. Maka, orang-orang yang beriman pasti akan menjadikan kehidupan dunia ini sebagai sarana untuk menumpuk amal saleh yang akan menjadi bekal kehidupan kita di akhirat.

Kita tidak boleh untuk terlalu mencintai dunia, karena hal tersebut merupakan awal dari setiap kesalahan. Orang yang terlalu mencintai dunia akan menjadikan dunia sebagai tujuan akhirnya, yang akan menyebabkan kemurkaan Allah SWT.

“Ketika perasaan cinta ini tidak masuk atau tidak sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh Allah, sehingga cintanya manusia terhadap selain Allah itu berlebihan, maka akan terjadi kerusakan yang nyata,” kata ustadz Moch Ibrahim dalam program berbuka puasa Lentera Qolbu yang dipersembahkan oleh Dompet Dhuafa Kaltim di Radio KPFM Balikpapan, Kamis (29/4).

Ia menjelaskan, ketika bicara soal cinta umumnya adalah salah satu cabang dari pada iman, maka dalam Islam barangsiapa yang ingin merasakan kenikmatan iman maka cintailah.
Di antara kita yang mengartikan cinta adalah sesuatu yang harus diperjuangkan dengan berbagai cara sehingga kebablasan berlebihan untuk mencintai sesuatu.

Allah menganugerahkan antara dua unsur yang pertama cinta terhadap dunia dan yang kedua cinta terhadap akhirat.

Cinta terhadap dunia adalah cinta terhadap makhluk-Nya adalah cinta kepada harta benda, suami, istri, jabatan dan seluruhnya yang ada di dunia.
Kita tidak boleh terlalu mencintai dunia dan juga tidak boleh membencinya, semuanya harus seimbang.

Agar kecintaan kita kepada dunia tidak menimbulkan kemurkaan Allah, maka harus diimbangi dengan kecintaan kita kepada akhirat.

Jadi, kalau kita mencintai dunia terlalu juga tidak boleh dan kita membenci dunia pun juga tidak boleh, itu harus balance. Agar Allah juga tidak cemburu dengan cinta kita terhadap dunia, tidak murka kepada kita yang berlebihan mencintai dunia. Maka ada cara-caranya diberikan Nabi agar antara dunia dan akhirat dapat balance,” ujarnya.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *