background img

JAMBRET KALUNG IBU-IBU, PENJUAL IKAN DICIDUK

11 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Dilatarbelakangi himpitan ekonomi, seorang pria berinisial IS (38) nekat melakukan aksi penjambretan di Jalan Ruhui Rahayu, tepatnya di Perumahan PGRI, Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan (Balsel).

Aksi pria yang tinggal di Jalan Jenderal Sudirman, Gang Nelayan, Kelurahan Damai, Balikpapan Kota (Balkot) itu terjadi pada 20 Oktober 2020 lalu sekira pukul 09.00 Wita.

Kronologisnya, saat itu korban yang merupakan seorang ibu-ibu sedang berjalan kaki sendirian di TKP. Tiba-tiba saja dari arah belakang pelaku langsung menarik kalung emas yang dikenakan oleh korban.

“Pelaku ini seorang diri dengan mengendarai sepeda motor. Dia melihat ibu-ibu sedang jalan sendirian, dan melihat ada kalung yang dikenakan. Langsung muncul niatnya untuk menjambret kalung itu,” kata Kasat Reskrim Polresta Balikpapan, Kompol Agus Arif Wijayanto saat pers rilis, Senin (16/11).

Setelah melancarkan aksinya, pria yang sehari-hari bekerja sebagai penjual ikan tersebut melarikan diri. Sementara korban bergegas membuat laporan ke Polresta Balikpapan.

Berbekal laporan tersebut, Tim Beruang Hitam Satreskrim Polresta Balikpapan melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku.

“Dia ditangkap di rumahnya daerah Gang Nelayan. Diamankan juga satu unit sepeda motor, satu buah helm, sepasang baju serta sepatu yang digunakan pelaku saat bereaksi,” ujarnya.

Sementara untuk barang bukti kalung berdasarkan pengakuan pelaku sudah dijualnya dengan harga Rp 10 juta. “Tapi masih kita dalami lagi, dimana pelaku ini menjual kalungnya,” ungkap Kompol Agus.

Dari pengakuannya, lanjut Kompol Agus, pelaku baru pertama kali beraksi. Ada pun alasan lnya karena tuntutan ekonomi.

“Alasannya klasik, karena tuntutan ekonomi. Maka dari itu kami mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati terutama yang menggunakan barang-barang bernilai,” ucapnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat pasal 365 KUHP. Dengan ancaman sembilan tahun kurungan penjara.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *