background img

JAGA KESEHATAN MENTAL SAAT PANDEMI

1 year ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Menjaga imunitas tubuh agar tetap sehat dan bugar merupakan cara terbaik dan penting untuk melawan ancaman penularan terhadap virus Corona.

Begitu juga dengan menjaga kesehatan mental.

“Secara menyeluruh, sehat itu meliputi fisik mental dan juga sosial. Namun kondisi sekarang ini semuanya menjadi sangat berubah, kita tidak bisa terkoneksi secara fisik.

Ketika kita bertemu pun kita tidak bisa saling menggapai tangan, karena manusia kan juga butuh kehangatan secara sentuhan itu dan kemudian seolah-olah kita hidup dalam keterasingan dari kondisi ini,” kata dr. Djuhani P Putri, Sp.KJ, Sabtu (10/10).

Spesialis Kedokteran Jiwa RSPB (Rumah Sakit Pertamina Balikpapan) ini hadir dalam talkshow di radio KPFM 95.4 Mhz Balikpapan dengan tema Sehat Jiwa di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Pandemi Covid-19 Menuju SDM Unggul, Indonesia Maju.

Menurutnya, sesuai dengan standar WHO pada peringatan Hari Kesehatan Jiwa se-Dunia, bahwa kesehatan mental itu menjadi sangat penting bagi umat manusia seluruhnya, karena tidak ada yang namanya sehat fisik tanpa adanya sehat mental.

“Jadi secara menyeluruh sehat itu secara fisik mental dan juga sosial,” ungkapnya.

Kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi juga dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan seseorang.

Karena situasi yang sangat berubah dari kondisi sebelum menyebabkan dampak sosial yang cukup besar akibat kebijakan pembatasan yang diberlakukan.

Namun untuk mencegah dampak yang terjadi, setiap orang harus bisa menerima kondisi yang terjadi agar terhindar dari ancaman gangguan kejiwaan.

“Kita harus selalu bersyukur karena kondisi ini terjadi pada saat sekarang, coba bayangin jika terjadi sebelum ada kesediaan teknologi saat ini.

Dengan pembatasan, kita tetap bisa melihat senyum kemudian mendengar suara meskipun tidak secara fisik bertemu.

Kita masih bisa memanfaatkan teknologi yang ada seperti pada aplikasi zoom, kita masih kita mengadakan pertemuan. Kita harus bisa menerima keadaan, dengan perubahan yang terjadi,” ujarnya.

Menurutnya, untuk menjaga kondisi kesehatan mental di tengah pandemi Covid-19, ada 8 beberapa langkah yang dapat dilakukan.

Pertama, untuk menjaga kesehatan mental, seseorang harus menyesuaikan diri secara konstruktif pada kenyataan.

Meskipun kondisi sekarang ini benar-benar di titik yang belum pernah dialami sebelumnya.

“Kemampuan adaptasi ini sebenarnya ada dimiliki oleh manusia sejak kita lahir ini. Kalau tidak bisa menyesuaikan diri, maka Kita akan mengalami gangguan mental gitu,” ujarnya.

Kedua, seseorang harus puas dengan apa yang sudah diupayakan, dengan bersyukur atas apa yang telah dicapai. Ketiga, seseorang harus membiasakan diri untuk lebih suka memberi dari pada menerima.

Ke empat, harus bisa menghargai orang lain. Kelima, yang bersangkutan harus bisa menerima kegagalan sebagai bahan pembelajaran untuk menjadi lebih baik.

Keenam, menyelesaikan permasalahan secara konstruktif bukan secara destruktif, seperti menyelesaikan masalah dengan cara berantem berkelahi, bakar-bakaran itu namanya deskriptif. Kalau secara konstruktif harus mencari jalan keluar bagaimana menyelesaikan masalah kepada sesuatu yang membawa kebaikan.

Ketujuh, yang bersangkutan harus bisa memberikan rasa kasih sayang bukan mencari musuh, tapi lebih dipenuhi dengan rasa kasih sayang kepada orang lain.

Kedelapan, apabila semua langkah itu telah dilakukan, yang terakhir adalah membangun rasa kasih sayang, yang harus dilakukan dalam memberikan hal untuk kebaikan, seperti membangun bersama kebersamaan bukan egosentris.

Ia menerangkan, bahwa kondisi kejiwaan yang terganggu akibat kondisi yang terjadi akan berakibat menurunnya imunitas tubuh. Kemudian susah tidur hingga gangguan psikologis.

“Fokus dengan masalah kita dan fokus pengembangan emosi kita. Kita harus bisa mengambil hikmah dari situasi pandemi ini, dengan menyeimbangkan dengan situasi yang ada.

Pasti ada cara dalam menghadapi situasi saat ini, karena ketika kita menghadapi suatu permasalahan kita harus menjadi semakin teguh. Semakin kuat dalam menghadapi masalah tersebut. Tetap berupaya jangan pernah menyerah,” ujarnya.

Disamping itu, seseorang juga harus tetap menjaga kondisi kesehatan tubuh dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini, dengan selalu menerapkan protokol kesehatan, olahraga teratur dan makan yang teratur untuk menjaga nutrisi.

“Untuk bisa bangkit dari situasi yang buruk ini, kita harus menerima keadaan yang terjadi karena kehidupan harus tetap berlangsung,” tambahnya.

(MAULANA/KFPM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *