background img

ISTRI NYUSUL SUAMI KE PENJARA

3 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Masih ingat dengan kasus prostitusi online yang berhasil diungkap Polda Kaltim pada 21 Januari 2021 lalu.

Saat itu Tim Opsnal Subdit lV Renakta Ditreskrimum Polda Kaltim mengamankan dua orang mucikari yang masing-masing berinisial IK (19) dan TK (23) di salah satu Guest House, kawasan Jalan MT Haryono, Balikpapan Selatan (Balsel).

Keduanya diringkus setelah terbukti menjalani bisnis esek-esek dengan memanfaatkan aplikasi MiChat.

Mirisnya, wanita yang ditawarkan ke pria hidung belang masih berusia belasan tahun atau di bawah umur.

Kini muncul fakta baru dari kasus tersebut. Jajaran Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Kaltim kembali mengamankan satu pelaku lagi yang disebut-sebut sebagi otak dari bisnis esek-esek yang dijalankan IK dan TK.

Dia adalah seorang perempuan berinisial DAA (24), yang merupakan istri dari tersangka IK. Petugas meringkusnya pada 5 Maret 2021 di salah satu hotel yang berlokasi di Jalan Manunggal, Kelurahan Damai, Balikpapan Kota.

“Ini merupakan pengembangan kasus yang terdahulu. Tersangka ini istrinya IK. Selama ini dia tidak kabur, cuma sembunyi,” kata Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Kaltim AKBP Made Subudi saat pers rilis, Jumat (19/3) pagi.

Dalam upaya penangkapan terhadap tersangka, Tim Opsnal Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Kaltim melakukan penyamaran dengan menjadi pelanggan. Kemudian meminta tersangka untuk menyediakan wanita pemuas nafsu.
Setelah disepakati, Tim Opsnal kemudian menemui pelaku untuk bertransaksi di salah satu hotel yang berlokasi di Jalan Manunggal, Kelurahan Damai, Balikpapan Kota.

“Setelah melakukan transaksi, akhirnya tersangka sepakat dan membawa dua orang wanita. Salah satunya umur 14 tahun 6 bulan, sementara satu lagi berusia di atas 20 tahun,” ungkap AKBP Made.

Tim Opsnal Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Kaltim selanjutnya membuka penyamaran, dan langaung meringkus tersangka DAA bersama dengan barang bukti.

“Untuk barang bukti berupa uang tunai Rp 1,6 juta, satu unit handphone, kwitansi hotel serta dua lembar akta lahir dari masing-masing korban,” tutur AKBP Made.

Setelah diamankan serta diintrogasi, kepada petugas DAA mengaku jika sudah menjalankan bisnis haram tersebut selama kurang lebih tiga bulan belakangan.

“Sudah tiga bulan. Perannya ia sebagai pengantar, menerima uang dan mencari pelanggan. Jadi dia yang pegang akun miChatnya,” jelas AKBP Made.

Melalui aplikasi MiChat itu, DAA menawarkan jasa seks para korban dengan kisaran harga Rp 500 ribu hingga juataan rupiah. Uang haram tersebut semuanya diambil pelaku, sementara korban hanya diberi makan serta tempat tinggal.

“Uangnya diambil pelaku semuanya. Korban hanya diberi makan serta tempat tinggal. Antara korban dan pelaku tidak saling kenal. Cuma korban ini tinggal disitu,” ucapnya.

Kini DAA mendekam di balik jeruji besi Polda Kaltim untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Wanita berambut pirang itu disangkakan dengan Pasal Pasal 76 KUHP Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 200 juta.

“Pelaku juga disangkakan dengan Pasal 506 KUHP tentang menjadi muncikari,” tandasnya.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *