background img

ISRAN SEBUT KALTIM STERIL TEKAN COVID-19

3 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan bahwa penerapan Kaltim Bersemedi atau Kaltim Steril berhasil menurunkan jumlah penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 di wilayah Kalimantan Timur.

Hal itu disampaikan Isran Noor usai memimpin apel peringatan Hari Ulang Tahun Kota Balikpapan ke-124 di Halaman Kantor Wali Kota Balikpapan, Rabu (10/2).

Menurut Isran, dengan penerapan Kaltim Bersemedi atau Kaltim Steril telah terjadi penurunan angka Covid-19.

Meski hal itu belum bisa menjadi patokan keberhasilan program PPKM akhir pekan yang diterapkan di Kaltim.

Sehingga pihak pemerintah akan melakukan evaluasi terlebih dahulu pasca penerapannya beserta dampak positif dan negatif yang ditimbulkan dari kebijakan tersebut.

“Setelah PPKM akhir pekan tiga hari berturut-turut turun. Kemarin setelah tidak PPKM naik lagi 500 lebih. Nanti kan kita evaluasi ada data yang muncul. Kita evaluasi terus pandangan masyarakat bagaimana kepatuhannya. Dua tiga hari lagi baru ada keputusan soal PPKM mikro,” katanya kepada wartawan.

Ia menjelaskan, pihaknya belum memutuskan untuk mengubah aturan Kaltim Steril menjadi PPKM mikro sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri. Dirinya masih akan mengevaluasi terlebih dahulu penerapan PPKM setiap Sabtu dan Minggu yang sudah diterapkan sesuai instruksi yang sudah dikeluarkannya sejak 6 Februari 2021.

“Kita mau melihat bagaimana ketaatan dan kepatuhan masyarakat untuk membantu pemerintah menanggulangi Covid-19. Jadi sudah ada beberapa kabupaten/kota yang menerapkan PPKM dengan skala masing-masing.

Ada lima kalau tidak salah,” ujarnya. Dengan adanya instruksi PPKM mikro dari Mendagri, lanjut Isran, pihaknya masih akan mengkaji terlebih dahulu penerapan aturan tersebut, dengan menyesuaikan kondisi daerah di Kaltim.

Mengingat instruksi dari pemerintah pusat tersebut sejatinya berlaku untuk daerah di pulau Jawa dan Bali. Dimana PPKM mikro diberlakukan untuk skala komunitas, mulai tingkat RT, RW, Kelurahan dan desa.

“Ini akan dilakukan identifikasi terlebih dahulu. Jadi nanti dievaluasi sekarang. Secepatnya akan diterapkan mau tidak mau kalau, tidak ada pilihan lain, karena kita mencari cara untuk pengendalian angka terkonfirmasi positif,” tuturnya.
Ada pun mengenai protes pelaksanaan PPKM di masyarakat, menurut Isran, hal itu wajar terjadi dalam sebuah penerapan kebijakan. Tugas pemerintah yakni memberikan pemahaman kepada masyarakat dengan sebaik-baiknya. Meski dipastikan ada dampak ekonomi maupun sosial dari kebijakan PPKM yang sudah diberlakukan pada akhir pekan tersebut.
“Pemerintah itu tujuannya baik. Walaupun tujuan baik itu ada yang belum memahami dengan cukup. Ketika kemarin penerapan Kaltim Steril dua hari banyak sekali yang protes. Tapi itu wajar saja. Saya lihat secara umum masyarakat banyak yang setuju dan mematuhi. Saya sempat keliling ke Balikpapan dan Samarinda itu cukup sepi,” pungkasnya.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *