background img

INVESTOR MALAYSIA MINAT BANGUN PABRIK DI KIK

2 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Seiring dengan tahapan pembangunan ibu kota negara (IKN) di wilayah Kalimantan Timur, telah meningkatkan minat investor untuk berinvestasi.

Kota Balikpapan menjadi salah satu lokasi yang diincar oleh para investor, karena posisinya yang akan menjadi kota penyangga sekaligus pintu gerbang ibukota negara.

Kepala Bidang penanaman modal DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu) Kota Balikpapan Elok Selvia mengatakan, saat ini telah ada beberapa investor asing yang berminat untuk berinvestasi di Kota Balikpapan, salah satunya adalah perusahaan roti asal Malaysia.

Rencana perusahaan Malaysia yang bergerak penjualan roti tersebut, akan membangun pabrik di Kawasan Industri Kariangau (KIK).

Selain itu, ada juga perusahaan asal Korea dan Uni Eropa yang tertarik untuk berinvestasi di KIK.
“Sudah banyak, cuma saya belum monitor lagi. Kemarin kita sudah bawa perusahaan dari Malaysia, mereka mau bangun pabrik roti, dan perusahaan ini terkenal di Malaysia, namanya Gardenia. Selain itu, ada juga Korea, itu lewat DPMPT provinsi dan juga ada Uni Eropa,” kata Elok yang diwawancarai wartawan di sela-sela kegiatan Bimtek di Hotel Novetel Balikpapan, Kamis (22/9).

Elok menjelaskan, kawasan KIK menjadi salah satu yang diminati oleh para investor karena lahannya akan terintegrasi dengan tol yang menuju ke IKN. Serta status lahannya yang sudah clear.

“Jadi berdasarkan RDTR itu diarahkan ke Kariangau, KPIK itu ada di daerah Kariangau. Ada sebesar 2.500 hektare di sana. KPIK ditujukan untuk industri tapi lahannya belum tentu clear. Tapi kalau KIK dari 124 hektare itu tanah milik Pemkot yang sudah clear, yang kita sedang jual adalah lahan KPIK dan KIK, karena lahannya akan terintegrasi dengan tol yang menuju ke IKN,” ujarnya.

Ia menerangkan bahwa dalam kerjasama, pihaknya menawarkan skema, misalnya PMA (Perusahaan Modal Asing), kalau mau berinvestasi harus menggandeng pengusaha lokal.

Untuk kawasan KIK saat ini sudah ada petunjuk untuk pengelolaannya diserahkan kepada Perumda Manurung Sukses.

Jadi memang mengajak kepada perusahaan asing, kalau mau investasi di KIK, harus menggandeng perusahaan lokal. Itu adalah Perusda Manuntung Sukses. Dan saat ini, sudah mulai banyak pengusaha yang datang melirik kawasan KIK. Apalagi kemudian ada KIK yang lahannya sudah clear, makanya kita jualan pede,” ungkapnya.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.