background img

ICU PENUH, PASIEN COVID TAK TERTOLONG

1 month ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Beberapa pekan terakhir kondisi rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Kota Balikpapan penuh. Tidak terkecuali Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) yang merupakan rumah sakit rujukan utama.

Direktur RSKD Edy Iskandar mengatakan, saat ini daya tampung rumah sakit hampir mendekati angka 90 persen. Untuk ruang isolasi masih ada peluang sekitar 10 persen, namun untuk ICU full.

Akibatnya, beberapa pasien yang masuk ke rumah sakit dalam kondisi berat terpaksa diobservasi di UGD. Hingga akhirnya tidak tertolong.

“Minggu kemarin itu sempat isolasi penuh, ICU juga penuh. Jadi masuk dalam kondisi berat, diobservasi di UGD, akhirnya tidak tertolong. Ada sekitar dua sampai tiga orang dalam minggu ini,” kata Edy di Pemkot Balikpapan, Jumat (29/1).

Minyikapi kondisi tersebut, pihak telah mengajukan penambahan ruang ICU ke Provinsi Kaltim. Dan kabar baiknya sudah disetujui, termasuk penambahan tenaga penunjang.

“Kemarin sudah disetujui oleh Gubernur. RSKD menambah ICU khusus Covid-19, karena masih banyak masyarakat yang tidak bisa masuk. Kalau ruang isolasi sudah cukup,” ujar Edy.

Penambahan ruang ICU itu sebanyak 40 tempat tidur dan dilakukan secara bertahap. Diawali dengan 20 tempat tidur yang dilengkapi ventilator bagi pasien bergejala berat.

“Kita menambah 40 bed. Dilakukan bertahap. Jadi, 20 bed dulu kita siapkan dengan vasilitas ventilator lengkap. Kita akan lihat keadaan, kalau memungkinkan tambah 20 bed selanjutnya,” ungkapnya.

Untuk ruang ICU tersebut, pihaknya meminjam gedung kanker terpadu atau radio terapi yang pembangunannya akan rampung pada bulan Februari 2021 ini.

“Pertengahan Februari ruang radio terapi, selesai dibangun. Di lantai dua dan tiga itu untuk kanker terpadu dan belum digunakan. Kita alihkan untuk ICU Covid-19. Pijam pakai dulu,” tuturnya.

Adanya penambahan itu, lanjut Edy, tentu dibutuhkan juga tenaga bantuan. Untuk itu pihaknya saat ini juga tengah melakukan perekrutan untuk tenaga medis.

“Sekarang proses rekrutmen. Ada 60 perawat baru, empat dokter serta ahli gizi dan tenaga penunjang seperti pramusaji dan petugas kebersihan,” sebutnya.

Rekrutmen itu dibutuhkan sebagai tenaga cadangan bagi 460 petugas khusus yang telah pula mendapat vaksinasi. Mengingat beberapa perawat dikabarkan turut terpapar Covid-19.

“Hampir 60 perawat terkonfirmasi positif, tapi mereka sudah isolasi di asrama haji dan sudah ada yang selesai. Sehingga bisa kembali bekerja di rumah sakit,” akunya.

Anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 36 miliar. Baik untuk honor tenaga perawat, pengadaan alat seperti ventilator hingga perlengkapan Alat Pelindung Diri (APD). “Itu sudah disetujui oleh Pemprov Kaltim,” ucapnya.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *