background img

HUKUM WANITA HAID BERPUASA

1 week ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Menjalankan ibadah puasa pada Ramadan hukumnya adalah wajib bagi seluruh umat Islam. Puasa merupakan ibadah yang sangat istimewa dan ditujukan untuk meningkatkan ketakwaan.

Tetapi, di balik kewajiban umat Islam menunaikan ibadah puasa Ramadan, terdapat golongan orang yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Salah satunya, yakni perempuan yang sedang haid.

Meski begitu, masih banyak yang bertanya-tanya apakah perempuan yang sedang haid boleh ikut berpuasa atau tidak. Lalu, bagaimana dengan hukumnya?

“Dalam hal ini ulama juga sepakat wanita haid diwajibkan untuk mengqadha daripada yang ibadah puasanya, memang untuk ibadah salatnya digugurkan oleh Allah SWT,” kata Ustadz Agus Choirul Huda dalam program Berkah Sahur yang dipersembahkan oleh Dompet Dhuafa Kaltim di Radio KPFM Balikpapan, Rabu (28/4).
Ia menjelaskan, wanita yang sedang haid merupakan salah satunya orang yang tidak diperbolehkan berpuasa. Namun ibadah puasanya harus di-qodho atau digantikan di hari yang lain.

Lantas bagaimana dengan wanita yang berhenti masa haidnya di tengah-tengah hari di bulan Ramadan, ia menjelaskan bahwa wanita tersebut tetap diperbolehkan untuk makan dan minum ketika masih dalam kondisi tidak bersih atau haid. Namun ketika dalam kondisi yakin benar-benar sudah bersih dianjurkan untuk melakukan imsak atau mencegah diri untuk tidak makan minum setelah masa haid yang berhenti.

Kemudian bagi wanita yang ketika malam hari telah berhenti masa haidnya, namun kemudian ketiduran dan tidak sempat bersahur maka tetap diperbolehkan untuk berpuasa.

“Kalau sekitar jam 12 malam ketika haidnya udah tuntas dan bersih, tapi ketiduran dan belum mandi, maka wanita tersebut puasanya tetap sah yang penting niatnya,” ujarnya.

Sementara itu, bagaimana apabila menggunakan obat penahan haid? Ia menjelaskan bahwa haid merupakan perkara yang sudah difitrahkan Allah kepada para wanita keturunan Adam dan para wanita di zaman Nabi Muhammad SAW, mereka tidak dibebani untuk melakukan puasa selama satu bulan penuh.

Sehingga disimpulkan bahwa tidak direkomendasikan bagi para wanita menggunakan obat penahan haid karena dapat membebani diri, tetapi apabila ada orang menggunakannya dan memang haid sudah bersih, maka puasanya tetap sah walaupun itu sebenarnya masa haid.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *