background img

HAMPIR 50 PERSEN APBD 2021 UNTUK COVID

1 year ago written by

 

KPFM BALIKPAPAN – Pandemi Covid-19 yang masih berlanjut dengan lonjakan penambahan jumlah kasus yang signifikan, melatarbelakangi sejumlah daerah di Indonesia kembali memperpanjang status tanggap darurat Covid-19.

Gubernur Kaltim melalui surat keputusan Gubernur Kaltim bernomor 360/K.430/2020 telah memperpanjang kembali status tanggap darurat dengan Kejadian Luar Biasa (KLB) sejak 21 Agustus hingga 31 Desember 2020.

Dengan adanya kebijakan perpanjangan status tanggap darurat dan masih tinggi penambahan jumlah kasus Covid-19, mendorong sejumlah daerah akan tetap memfokuskan penggunaan anggaran daerah untuk penanganan Covid-19.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan Abdulloh mengatakan, pihaknya telah sepakat dengan Pemerintah Kota Balikpapan untuk memfokuskan sebagian besar kegiatan yang direncanakan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan 2021 untuk membiayai program penanganan Covid-19.

“Kita akan tetap memfokuskan penggunaan anggaran di APBD 2021 mendatang untuk membiayai program Covid-19,” katanya ketika diwawancarai wartawan dalam Sidang Paripurna pembahasan APBD 2021 di DPRD Kota Balikpapan, Jumat (4/9).

Menurutnya, untuk penyusunan APBD Kota Balikpapan tahun 2021 sejumlah anggaran akan difokuskan untuk pembiayaan program kesehatan dan pemulihan ekonomi atau recovery economy.

“Prioritas anggaran pada tahun 2021 adalah tetap pada fokus untuk penanganan Covid-19, yang mendominasi adalah Kesehatan dan RSUD serta rumah sakit yang lain, artinya fokus kesehatan dan recovery economy,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas Dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun 2021 ditetapkan sebesar Rp 2,2 triliun.

Hampir sebagian penambahan anggaran pada penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021 masih mengandalkan transfer dari Pemerintah Pusat.

Ia mengungkapkan, pihaknya akan memfokuskan hampir 50 persen anggaran yang tersedia untuk membiayai program penanganan Covid-19.

Total anggaran yang difokuskan merupakan anggaran hasil refocusing anggaran dan penyesuaian terhadap potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Balikpapan.

Ia menjelaskan, pihaknya targetkan Pendapatan Asli Daerah Kota Balikpapan pada tahun 2021 dapat mencapai Rp400 miliar.

Nilai tersebut menyesuaikan dengan realisasi Pendapatan Asli Daerah Kota Balikpapan tahun 2020, yang pada awalnya ditetapkan sebesar Rp715 miliar. Kemudian dilakukan penyesuaian terhadap kondisi perekonomian akibat dampak pandemi Covid-19 menjadi Rp400 miliar lebih.

“Pendapatan yang awalnya ditargetkan Rp715 miliar dilakukan penyesuaian menjadi Rp400 miliar. Dan dari anggaran tersebut dipergunakan paling banyak untuk penanganan Covid-19,” tambahnya.(MAULANA/ KFPM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *