background img

GERINDRA LAPORKAN EDY KE POLDA KALTIM

4 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Partai Gerindra Provinsi Kalimantan Timur resmi melaporkan Edy Mulyadi ke Polda Kaltim, Rabu (26/1).

Edy Mulyadi dilaporkan atas dugaan penghinaan kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang juga menjadi Menteri Pertahanan RI dalam konten YouTube channel.

“Jadi kami sudah selesai melakukan laporan pengaduan, yang ditujukan ke Kapolda Kalimantan Timur. Kami mengatasnamakan kader Gerindra cinta Prabowo Kalimantan Timur dan kami dalam melakukan ini didampingi oleh kuasa hukum kami, yang notabenenya lebih paham atas sangkaan yang kita sampaikan terhadap pernyataan yang disampaikan oleh Edy Mulyadi,” kata Wakil bidang hukum dan HAM DPW Partai Gerindra Provinsi Kalimantan Timur Hendrik Albert kepada wartawan di Mapolda Kaltim, Rabu (26/1).

Ia menyampaikan laporan ini disampaikan terkait dugaan pernyataan Edy Mulyadi yang menghina Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang sekaligus Ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra.

Hal ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dan kecintaan terhadap Prabowo Subianto, bahwa tidak boleh setiap orang melakukan hal-hal tidak beretika. Karena hal ini sudah keluar dari asas kepatutan, budaya dan adat istiadat republik ini.

Sehingga dirinya berharap agar laporan ini segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia. “Kami akan kawal itu,” ujarnya.

Sementara itu, kuasa hukum Gerindra Kaltim, Benedictus Niron menyampaikan bahwa ada dua sangkaan yang ditujukan kepada Edy Mulyadi yang pertama adalah dugaan pelanggaran undang-undang ITE, dan yang kedua adalah melanggar undang-undang pidana.

“Yang jelas apa yang disampaikan dalam video tersebut kita semua mengetahui yang pertama adalah mengatakan dari ketua umum kita geblek, kemudian pengukuhan ketua umum kami dalam penempatan IKN terjadi kalau berarti dengan adiknya beliau terkait tanah,” jelasnya.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.