background img

GENOSE TUNGGU ARAHAN PUSAT

2 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Pemeriksaan Covid-19 dengan GeNoSe C19 sudah digunakan di sejumlah daerah. Salah satunya adalah di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), tepatnya di wilayah Kota Samarinda.

Diketahui, GeNoSe C19 merupakan alat buatan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mendeteksi virus Corona melalui hembusan napas. Alat ini telah mendapat izin edar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Nomor Kemenkes RI AKD 20401022883.

Melalui GeNoSe, tak butuh waktu lama dalam melakukan screening untuk mengetahui hasilnya. Hanya dalam hitungan menit sudah bisa diketahui.

Meski begitu cepat dalam melakukan screening, Kota Balikpapan rupanya belum berinisiatif menggunakan alat tersebut. Pemkot sejauh ini masih menunggu arahan dari pusat.

“Kita memang belum menerapkan GeNose. Meski sudah ada contoh di Jakarta ataupun di Samarinda. Kita tetap menunggu dan mengikuti pedoman dari Kemenkes,” Kata Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, Rabu (17/3) kemarin.

Serupa juga disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Andi Sri Juliarty. Menurutnya, kota Balikpapan selalu menunggu pedoman dari Kementerian Kesehatan.

“Kami belum mendapat pedoman penggunaan alat tersebut, sehingga untuk diagnostic di Balikpapan tetap mengacu yang terakhir yakni Antigen selain PCR,” ujarnya.

Alat screening GeNose, lanjut wanita yang akrab disapa Dio itu, memang bisa digunakan di tempat umum sebagai pendeteksi dini.

Hanya saja, hal tersebut menjadi kebijakan pemerintah daerah apakah mau menggunakannya atau tidak. “Itu bisa kebijakan bapak Walikota,” ungkapnya.

Sementara, untuk digunakan pada fasilitas kesehatan sebagai sarana diagnostic, pihaknya lebih memilih mengacu pada pedoman Kemenkes.

“Apalagi GeNose itu sangat sensitif. Bau rokok aja positif, durian juga positif. Nanti kita bisa bingung,” ucap Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan itu.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *