background img

GELEDAH KANTOR KKT, KEJARI SITA DOKUMEN

4 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Tim Penyidik dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Balikpapan melakukan penggeledahan di Kantor PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) di Jalan Pulau Balang, Kariangau, Balikpapan Barat (Balbar), Selasa (9/2) siang.

Penggeledahan ini berkaitan dengan kasus dugaan tindak pidana korupsi, dalam hal penyalahgunaan kewenangan pada kawasan Terminal Peti Kemas yang dikelola oleh PT KKT.

Yakni, berupa pemberian izin pelabuhan atau jetty batu bara di kawasan Terminal Peti Kemas dari PT KKT kepada PT Kace Berkah Alam (KBA).

Padahal PT KKT tersebut sebatas mengantongi izin berupa Terminal Peti Kemas dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Tidak sebagai terminal batu bara curah.

Kasi Pidsus Kejari Balikpapan Agus Supriyatna memimpin langsung proses penggeledahan tersebut. Hadir juga Kasi Intelijen Kejari Oktario Hutapea, serta sejumlah anggota dari Kejari Balikpapan lainnya.

Sekira pukul 11.00 Wita tim penyidik dari Kejari Balikpapan itu masuk ke dalam Kantor PT KKT. Mereka mencari beberapa dokumen untuk mendukung dan menguatkan pembuktian terhadap kasus dugaan penyalahgunaan dalam pengelolaan Terminal Peti Kemas.

Setelah beberapa jam kemudian, tim penyidik didampingi managemen PT KKT keluar dari dalam gedung untuk meninjau langsung ke Terminal Peti Kemas. Lokasinya tak jauh dari Kantor PT KKT.

Usai peninjauan, tim penyidik kembali ke Kantor PT KKT. Dan sekira pukul 17.30 Wita mereka keluar lagi dari dalam gedung berwarna biru tersebut dengan membawa serta sejumlah dokumen.
Kepada awak media, Kasi Pidsus Kejari Balikpapan Agus Supriyatna mengatakan, jika pihaknya melakukan penggeledahan berdasarkan surat perintah.
“Jadi, hari ini kita dari tim penyidik Kejari Balikpapan telah melakukan penggeledahan berdasarkan surat perintah. Baik dari Kejari dan surat penetapan penggeledahan dari Pengadilan Negeri Balikpapan,” kata Agus.

Ada pun yang didapatkan dari hasil penggeledahan tersebut di antaranya berupa dokumen terhadap pembukuan. Yakni penerimaan pendapatan yang dibayarkan oleh PT Kace Berkah Alam masuk ke dalam rekening PT KKT.
“Yaitu meliputi dari pendapatan sewa lahan, direksi kit, conveyor, listrik, air dan lain-lain. Itu sudah kita sita. Artinya sudah kita dapat dokumennya,” ujarnya.
Namun pihaknya tidak mendapatkan beberapa dokumen kontrak, yakni di antaranya perjanjian kontrak direksi kit dan lainnya.
“Kita juga mendapatkan beberapa kontrak yang belum kita dapat, di antaranya perjanjian kontrak direksi kit. Terus PBB-nya, apakah benar membuat penetapan tarif perjanjian sewa dari direksi kit tersebut,” ungkapnya.

Beberapa dokumen pembayaran piutang yang tidak terbayar oleh PT Kace Berkah Alam juga disita penyidik. “Selanjutnya masih dalam proses, sementara dokumen ini kita bawa terlebih dahulu,” sebutnya.

Kasi Intelijen Kejari Balikpapan Oktario Hutapea menambahkan, penggeledahan dan penyitaan beberapa dokumen tersebut untuk mendukung dan menguatkan pembuktian terhadap kasus yang sedang ditangani.
“Ya, ini terkait dengan penyalahgunaan dalam pengelolaan Peti Kemas. Termasuk juga kegiatan batu bara curah di sini,” tuturnya.

Dari hasil penggeledahan ini, Oktario berharap untuk segera mungkin menetapkan tersangka agar perkara tersebut selesai.
“Dari sini kita akan evaluasi. Tentu arahnya ke penetapan tersangka. Siapa yang bertanggujawab terhadap peristiwa pidana yang terjadi,” ucapnya.
Oktario juga menegaskan, dari proses perizinan memang hanya diperuntukan Peti Kemas. Namun ternyata ada kegiatan di luar itu.
“Dilakukan tidak sesuai dengan ketentuan yang ada dan terdapat kerugian keuangan negara di situ,” tandasnya.

Awak media kemudian mencoba konfirmasi kepada direksi atau manajemen PT KKT. Namun tidak berhasil ditemui.
Petugas keamanan yang berjaga mengatakan jajaran direksi telah meninggalkan kantor usai penggeledahan.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *