background img

GAGALKAN PENYELUDUPAN GANJA DAN TEMBAKAU SINTETIS

2 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – BNNK Balikpapan bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Balikpapan menggagalkan penyeludupan dan peredaran gelap narkotika jenis ganja dan tembakau ganja sintetis di Balikpapan.
Total barang bukti yang berhasil diamankan, yakni ganja seberat 3,966 gram dan tembakau sintetis seberat 11,96 gram. Barang haram tersebut disita dari empat orang tersangka.
“Sindikat ini memang berencana akan menjadikan Balikpapan sebagai pasar peredaran gelap narkotika. Terutama jenis ganja dan tembakau sintetis seiring maraknya kafe saat ini,” kata Kepala BNNK Balikpapan Kompol Risnoto didampingi Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean B Balikpapan Firman Sane Hanafiah saat pers rilis, Kamis (31/3).
Risnoto menjelaskan, pengungkapan kasus dilakukan dalam sembilan hari terakhir. Bermula dari informasi tentang adanya pengiriman narkotika jenis ganja dengan modus menggunakan jasa pengiriman atau ekspedisi dari Medan menuju Balikpapan.
“Pertama itu Rabu (23/3), tim gabungan BNNK Balikpapan dan Bea Cukai menangkap seseorang inisial SE alias AR (45). Beserta sebuah paket kardus berukuran sedang di sekitaran kantor ekspedisi wilayah Balikpapan Selatan yang diduga merupakan narkotika golongan satu jenis ganja seberat 1.785 gram,” ujarnya.
Selanjutnya setelah dilakukan interograsi dan dilakukan pengembangan. Hasilnya petugas berhasil membekuk tersangka lainnya inisial RY (33) di tempat terpisah. Dia berperan sebagai penghubung. “Selain itu diamankan juga tersangka AS (38) sebagai pemilik dan pemesan paket tersebut,” ungkapnya.
Pengungkapan kedua, lanjut Risnoto, ada informasi dari KPPBC Tipe Madya Pabean B Balikpapan yang mencurigai pengiriman barang melalui jasa ekspedisi ke Balikpapan.
Tim gabungan langsung melakukan pengintaian dan penyelidikan secara intensif dan pada Kamis (24/3). Hasilnya petugas menangkap SA (25), sesaat setelah mengambil paketan barang tersebut di salah satu tempat jasa ekspedisi di Balikpapan Selatan.
“Dari hasil penangkapan dan penggeledahan dalam paket ditemukan dua poket plastik kecil barang yang diduga tembakau sintetis. Dengan total berat 11,96 gram,” tuturnya.
Hasil interogasi, SA mengaku bahwa tembakau sintetis tersebut adalah miliknya yang dibeli dari salah satu akun media online. “Barang dikirimkan dari Bogor ke Balikpapan melalui jasa ekspedisi,” sebutnya.
Sedangkan untuk kasus ketiga, pengungkapan berawal dari informasi tentang adanya pengiriman narkotika jenis ganja dengan modus menggunakan jasa ekspedisi dari Jakarta ke Balikpapan.
Pelakunya merupakan bagian dari jaringan ganja yang sebelumnya telah diamankan tim gabungan, yaitu SE dan RY. Setelah pendalaman dan pemantauan oleh petugas, barang tersebut telah sampai di salah satu alamat komplek perumahan di Balikpapan Selatan.
“Selanjutnya pada Rabu (30/3), petugas melakukan pemeriksaan dan menemukan paket barang yang diduga narkotika golongan satu jenis ganja seberat 2.181 gram,” tandasnya.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 111 ayat (2), Pasal 114 ayat (2), Pasal 132 ayat (1) UU No 35 tahun 2009 Tentang Narkotika.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.