background img

FITRAH MANUSIA

3 days ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Fitrah manusia dapat dimaknai sebagai kondisi asli dan sifat bawaan manusia. Kondisi asli dan sifat bawaan manusia adalah fitrah (fathara), suci dan kecenderungan menerima kebenaran.

Maka hakikat manusia itu tidak terkotori oleh ucapan hina dan perilaku keji. Sebab, setiap manusia itu memiliki kondisi bawaan suci, bersih, dan tanpa dosa.

Hanya saja ketika manusia lahir dan bergelut dengan kehidupan dunia, terjadi pertarungan antara nafsu dan akal. Kadang nafsu yang menang, akal yang kalah. Kadang nafsu yang kalah, akal yang menang. Sekali-kali manusia laksana kehidupan malaikat, kadang laksana kehidupan binatang. Keberadaan fitrah pun bukan diperoleh dengan meminta dan mengusahakan. Namun fitrah merupakan pemberian Allah SWT kepada manusia sejak dalam alam ruh hingga lahir ke dunia.

“Bahwa namanya manusia tentunya tidak ada yang sempurna, maka yang terbaik ini yang disebut definisi sempurna, ini adalah ketika kita berada pada fitrah kita,” kata Ustadz Wahyu Hidayat dalam program Lentera Qolbu yang dipersembahkan oleh Dompet Dhuafa Kaltim, Senin (3/5).

Menurutnya, fitrah manusia itu tujuannya adalah diperintahkan untuk menyembah Allah SWT dan menyembahnya juga ada peraturannya itu dengan ikhlas.

Barang siapa yang Allah SWT jauhkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka dialah orang yang disuka dan dimenangkan.

“Allah selamatkan dari api neraka dari masukkan ke dalam surga itulah fitrahnya, menyembah Allah dengan ikhlas dan kemudian Allah tempatkan di surganya Allah SWT,” ujarnya.

Kemudian berbicara tentang ikhlas, dalam Al Quran bahwa permisalan ikhlas itu murni seperti susu yang ketika di perut sapi posisinya antara kotoran dan darah. Tapi ketika keluar murni tidak tercampur.

Hal inilah yang kemudian Allah SWT inginkan bahwa namanya manusia tentunya tidak ada yang sempurna, maka yang terbaik ini yang disebut definisi sempurna adalah ketika kita berada pada fitrah kita.

Bagaimana kita bisa menyembah Allah dengan tidak tercampur kotoran dan tidak tercampur darah dalam kehidupan ini.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *