background img

EMPAT POLA ASUH MENDIDIK ANAK

1 year ago written by

 

KPFM BALIKPAPAN – Tri Sentra Pendidikan adalah konsep yang dicetuskan oleh tokoh Ki Hadjar Dewantara beberapa dekade silam. Ada tiga alam yang jadi pusat pendidikan. Yakni rumah, sekolah dan lingkungan. Demikian disampaikan ustadz Surianto Rusdin S.Sos, dalam program Sajadah (Sajian Amal Ibadah) radio KPFM 95.4 Mhz Balikpapan, Jumat (19/6).

Tausiah singkat dengan tajuk Empat Pola Asuh dalam Mendidik Anak yang disiarkan secara reguler ini didukung Dompet Dhuafa.

Ustadz Surianto menyampaikan, tipe pertama dalam pola asuh mendidik anak adalah otoriter. Gaya pengasuhan ini ditandai dengan aturan orangtua yang kaku, dan harapan tinggi untuk diikuti anak tanpa syarat. Pada umumnya orangtua memiliki aturan yang ketat, sangat menuntut tetapi tidak responsif, dan tidak memberi anak-anak pilihan.

Menurutnya, pola asuh ini dapat membuat anak-anak memiliki perilaku yang lebih agresif di luar rumah, mengalami kesulitan dalam situasi sosial, dan tidak percaya diri. “Dengan pola pengasuhan seperti ini, orang tua cenderung dihargai dan anak taat akan aturan,” ujar ustadz Surianto.

Tipe pengasuhan kedua adalah permisif. Pola asuh seperti ini dapat disebut sebagai pola asuh yang toleran atau penuh kesabaran. Ciri-cirinya adalah tidak ada reward dan punishment.

Aturan bisa tidak konsisten. Efek dari gaya pengasuhan ini adalah bahwa anak-anak akan kekurangan disiplin diri, memiliki keterampilan sosial yang buruk, kurang bertanggung jawab. Dengan pola ini, hubungan orang tua dan anak biasanya harmonis.

Pola asuh pengabaian atau yang tidak, lanjut Surianto, adalah gaya pengasuhan yang ketiga. Dalam gaya pengasuhan seperti ini, orangtua yang sibuk abai dan tidak memenuhi kebutuhan anak-anak mereka. Dititipkan ke pengasuh atau nenek.

“Anak-anak cenderung tidak memiliki figur yang dicontoh dalam keseharian, dan biasanya anak menjadi tidak percaya diri. Kurang dekat anak dan orang tua secara emosional, membuat anak lebih merindukan orang yang mengasuhnya dibandingkan orang tuanya sendiri,” paparnya.

Sementara untuk pola asuh demokratis adalah perpaduan antara otoriter dan permisif. Orang tua dengan pola asuh ini biasanya akan menerapkan beberapa aturan dan pedoman untuk anak, tetap responsif dan mau mendengarkan anak. Ada reward dan punishment.

Dalam mendidik anak, keterlibatan orang tua sangat penting. Termasuk mengantarkan anak ke sekolah, mengikuti parenting, kelas inspiratif dan menghadiri pentas seni akhir tahun.
“Keberhasilan orang tua mendidik anak juga tergantung pada kesucian niat orang tua, guru dan para pendidik. Dan yang perlu diingat adalah kecerdasan anak berbeda-beda, sehingga proses yang terjadi sebaiknya juga diperhatikan orang tua,” imbuhnya.Jessica/Kpfm

Article Categories:
News · Talkshow

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *