background img

EMAK-EMAK MANGGAR NGLURUK KE PN

1 month ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Sejumlah warga RT 37 Kelurahan Manggar, Balikpapan Timur (Baltim) ngluruk ke Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, Senin (23/5) siang.
Mereka meminta konfirmasi atas uang konsinyasi ganti untung lahan pembebasan Tol Balikpapan Samarinda yang tak kunjung tuntas. Spanduk bertuliskan bayar segera hak warga RT 37 Manggar dibentangkan warga yang didominasi emak-emak itu.
“Kami sampai saat ini belum juga dibayar, dan tidak ada kepastian. Makanya kami datang ke Pengadilan bertanya sekaligus mengadu bahwa kami mau diposisikan di mana. Kami sekarang enggak pernah mendapat kepastian,” kata Hermin Bangri (63), warga RT 37 Kelurahan Manggar usai bertemu pihak PN Balikpapan.
Hermin mengaku, berbagai upaya telah dilakukan agar hak warga segera dibayar. Salah satunya dengan berulangkali melakukan penutupan jalan tol. Namun, upaya itu seakan tidak pernah dihiraukan.
Dia pun menyebut bahwa, dalam permasalahan ini diduga ada kesalahan yang dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan jalan Tol Balikpapan-Samarinda, Satgas A dan B serta Badan Pertanahan Negara (BPN).
“Kami juga mau bertemu dengan mereka tapi sedang di Samarinda. Tidak bisa menjangkau mereka. Jadi akhirnya kami mengambil kesimpulan ke Pengadilan Negeri karena uang kami dititip di sini. Kalau memang uang kami di PPK lahan atau BPN, ya kami enggak datang ke sini (Pengadilan),” ujarnya.
Hermin meminta bahwa persoalan tersebut segera diselesaikan. Lantaran sudah berjalan enam tahun. Terlebih uang penggantian lahan sudah ada di Pengadilan Negeri Balikpapan.
“Saya sendiri Rp 600 juta, tapi untuk semua warga kami kan satu paket dan satu hamparan. Janganlah pilih kasih ada yang dibayar ada yang tidak. Harusnya ini diselesaikan semua. Jangan sampai ada yang sakit hati, sama-sama berjuang sudah enam tahun. Kami berjuang untuk mendapatkan hak kami,” ucapnya.
Soal hasil pertemuan, Hermin mengaku jika pihak Pengadilan Negeri akan membantu memfasilitasi pertemuan semua pihak. Baik dari PPK lahan, Satgas A, B serta BPN.
“Semoga ada hasilnya. Kami kasih waktu paling cepat satu minggu paling lambat dua minggu akan dilakukan pertemuan. Kalau tidak ada respon maka kami akan tutup kembali jalan tol,” tandasnya.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.