background img

EKSPOR TURUN 20 PERSEN

1 year ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Pandemi virus Corona atau Covid-19 yang telah menyebar ke sejumlah negara di dunia, menyebabkan pertumbuhan ekspor sejumlah komoditas di wilayah Kalimantan Timur turun sekitar 20 persen dari target yang diharapkan.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Balikpapan Kalimantan Timur Abdul Rahman mengatakan, penurunan itu dipengaruhi oleh kebijakan dari sejumlah negara penerima seperti Jepang dan China yang memberlakukan kebijakan untuk menghentikan sementara pengiriman barang dari luar negeri selama masa pandemi Covid-19.

“Kalau dibandingkan tahun lalu memang ada penurunan sekitar 20 persen, tapi masalahnya itu bukan di kita, tapi masalahnya adalah negara tujuan yang tidak menerima ekspor kita,” katanya ketika diwawancarai wartawan, Senin (15/6).

Berdasarkan catatan dari Balai Karantina Pertanian Balikpapan nilai ekspor pada Januari-Mei 2019 sebesar Rp1,72 triliun. Sementara tahun ini pada periode yang sama sebesar Rp1,51 triliun.

“Sebenarnya kita tidak ada masalah, aturan dari negara yang tidak menerima ekspor itu yang membuat kita tidak bisa mengirim hasil ekspor,” ujarnya.Ia menjelaskan, pada tahun 2020 ini, target ekspor komoditi untuk wilayah Kalimantan Timur tercatat mencapai Rp10 triliun, naik dari target tahun 2019 lalu, yang tercatat mencapai Rp8 triliun.

Untuk memenuhi target tersebut, pihaknya terus berupaya berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, di antaranya Dinas Perdagangan dan pengelola pelabuhan yakni Kaltim Kariangau Terminal (KKT) untuk mendorong potensi ekspor.

“Kita hanya berusaha mendorong tapi semua tergantung dari dunia usaha, kita selalu bekerjasama dengan Dinas Perdagangan, termasuk dengan KKT supaya proses perizinannya lebih cepat karena sekarang kan ada direct call,” jelasnya.

Untuk saat ini, dirinya menjelaskan komoditas ekspor utama masih didominasi oleh hasil perkebunan sawit beserta produk turunannya seperti minyak sawit, cangkang dan lainnya.“Saat ini memang yang paling besar untuk kualitas ekspor adalah sawit dan beserta turunannya, seperti minyak sawit atau cangkangnya. Tapi ada juga jenis lain seperti sabut kelapa dan kayu,” terangnya.

Pada saat yang sama, Rahman juga memaparkan terkait pihaknya yang telah mendapatkan predikat WBK atau Wilayah Bebas Korupsi.”Kami sudah melakukan persiapan untuk penilaian WBK, kerjasama antar pegawai dan pelayanan yang prima pun sudah kami terapkan untuk mendukung tercapainya kantor kami sebagai salah satu unit kerja berpredikat WBK,” ujarnya.

Penting untuk diketahui, dalam WBK terdapat indikator penilaian yang meliputi Manajemen Perubahan, Penataan Tatalaksana, Penataan Manajemen SDM, Penguatan Akuntabilitas Kinerja, Penguatan Pengawasan, dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik yang yang diharapkan dapat menghasilkan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *