background img

EKSEKUSI LAHAN RS BARAT DITUNDA

1 month ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Rencana Pemerintah Kota Balikpapan untuk melakukan eksekusi pengosongan lahan Rumah Sakit di kawasan Kecamatan Balikpapan Barat pada Senin (22/8) ditunda.

Pemerintah Kota Balikpapan memperpanjang jadwal eksekusi hingga tanggal 1 September 2022.

“Kita telah bersurat kepada masyarakat yang masih bermukim di lokasi rencana pembangunan rumah sakit itu, sesuai jadwal itu dilaksanakan pada hari ini. Tetapi karena sesuatu hal, kita tunda pelaksanaannya. Insyaallah kita akan laksanakan pada tanggal 1 September 2022,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Balikpapan Zulkifli kepada wartawan, Senin (22/8).

Ia menuturkan bahwa pihaknya akan memberikan pemberitahuan ulang kepada warga yang bermukim di atas lahan Rumah Sakit Balikpapan Barat untuk meminta mengosongkan dan membingungkan sendiri bangunan miliknya.

“Saya selaku koordinator tim, akan memberikan pemberitahuan ulang, atau peringatan sekali lagi kepada warga untuk bersiap-siap, dan sedapat mungkin dengan penuh kesadaran bisa membongkar sendiri bangunannya. Sebagaimana dengan warga yang lain sudah lebih dulu membongkar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sesuai dengan kebijakan Pemerintah Kota Balkpapan bahwa proses pembangunan rumah sakit di kawasan Kecamatan Balikpapan Barat akan tetap berjalan sesuai rencana.

Pembangunan rumah sakit ini merupakan pelaksanaan dari RPJMD, salah satu program prioritas Wali Kota Balikpapan. Dan telah dicantumkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Dan telah ditetapkan lokasinya di kecamatan Balikpapan Barat.

Dalam pelaksanaan pengosongan lahan ini, Pemerintah Kota Balikpapan menyediakan dana sebesar Rp 1,4 miliar sebagai uang santunan kepada warga masih bermukim di atas lauan tersebut, yang tercatat sebanyak 17 kepala keluarga. Masing-masing kepala keluarga akan menerima besaran uang santunan yang berbeda sesuai dengan hasil perhitungan tim taksasi independen.

Sampai saat ini, baru 5 kepala keluarga yang telah mengambil uang santunan yang disediakan, total baru berkisar Rp 300 juta anggaran yang disalurkan.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.